Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ahli Geologi Jilat Batu, Ungkap Rasa Air Paling Tua di Dunia
    Insight News

    Ahli Geologi Jilat Batu, Ungkap Rasa Air Paling Tua di Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 September 2024Updated:17 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekelompok ahli geologi di kedalaman tambang Kanada menemukan air mengalir, yang setelah diuji ternyata berusia lebih dari 2,6 miliar tahun.

    Air yang ditemukan pada 2016 lalu itu ditetapkan menjadi air tertua di dunia, menggantikan air yang ditemukan oleh tim yang sama di tambang yang sama tiga tahun sebelumnya. Saat itu salah satu dari peneliti mencicipi air purba tersebut.

    “Jika Anda seorang ahli geologi yang bekerja dengan batu, Anda mungkin telah menjilati banyak batu,” kata Barbara Sherwood Lollar, profesor yang memimpin tim tersebut, dikutip dari Live Science, Selasa (17/9/2024). “Ditambah lagi, meskipun bukan metode wajib, mencicipi dapat membantu mengarahkan Anda ke arah air tertua, makin asin rasanya, makin tua usianya,” imbuhnya.

    Air tersebut jelas tidak aman jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, namun Sherwood Lollar menunjukkan bahwa air itu juga secara ilmiah terlalu berharga untuk disia-siakan. Ahli geologi itu mencelupkan jarinya ke dalam air itu dan menempelkannya di ujung lidahnya.

    Lantas, seperti apa rasa air terlarang ini?

    “Sangat asin dan pahit, jauh lebih asin daripada air laut,” menurut penuturan Sherwood Lollar.

    Tidak diketahui apakah Sherwood Lollar atau anggota tim lainnya juga mencicipi air yang mengambil alih gelar “Air Tertua di Bumi” pada tahun 2016. “Dengan melihat sulfat dalam air, kami dapat melihat sidik jari yang menunjukkan keberadaan kehidupan,” kata Sherwood Lollar kepada BBC pada 2016.

    “Dan kami dapat menunjukkan bahwa sinyal yang kami lihat dalam cairan itu pasti telah dihasilkan oleh mikrobiologi, dan yang terpenting pasti telah dihasilkan dalam skala waktu yang sangat panjang,” imbuhnya.

    Mikroba yang menghasilkan rasa air ini tidak mungkin melakukannya dalam semalam. Rasa ini, kata dia, pasti merupakan indikasi bahwa organisme telah hadir dalam air dalam skala waktu geologis.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Modal Ventura Ungkap “Nasib” Investasi Startup Era Baru Prabowo

    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.