Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Usul Forking untuk Selamatkan Terra LUNA, Apa Itu?
    Insight News

    Ada Usul Forking untuk Selamatkan Terra LUNA, Apa Itu?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2022Updated:17 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Do Kwon, pendiri perusahaan yang berada di belakang Terra LUNA, mengusulkan forking sebagai solusi anjloknya aset kripto yang seharusnya stabil tersebut.

    Melalui Twitter, CEO Terraform Labs Do Kwon, mengajukan proposal perubahan yang diberi judul “Terra Ecosystem Revival Plan 2” ke komunitas pendukung ekosistem Terra.

    Dalam proposal tersebut, Do Kwon mengusulkan pembentukan rantai blockchain baru yang berfondasi algoritme yang telah diperbarui. Rantai awal dinamakan Luna Classic (LUNC), sedangkan rantai pembaruan yang membentuk cabang per 7 Mei 2022 diberi nama LUNA.

    Seiring dengan registrasi rantai baru ini, 1 miliar token LUNA akan dibagikan ke komunitas, developer, pemegang token Luna, dan pemegang token UST.

    Pembentukan cabang blockchain ini dikenal sebagai forking. Lalu, apa itu forking?

    Setiap aset kripto, termasuk Bitcoin dan Ethereum memiliki fondasi perangkat lunak sumber terbuka (open-source) yang dikelola bersama oleh sebuah komunitas, yaitu blockchain. Dinamakan blockchain, karena program ini berbentuk “blok” data yang berurut sehingga bisa setiap perubahan (atau dalam dunia aset kripto, transaksi) bisa dilacak hingga blok pertama.

    Karena berprinsip desentralisasi, blockchain bergantung kepada komunitas penggunanya untuk mengelola dan mengembangkan kode program di tiap jaringan.

    Sebuah percabangan atau fork, terjadi saat komunitas pengelola jaringan blockchain ingin melakukan perubahan protokol. Protokol adalah serangkaian aturan dasar yang mengatur cara kerja sebuah program, dalam hal ini, seutas blockchain.

    Ketika perubahan terjadi, rantai blockchain berpisah. Sebuah rantai blockchain baru terbentuk, yang tetap menyimpan sejarah perubahan dari titik paling awal, tetapi bergerak ke arah yang berbeda.

    Ada banyak alasan forking terjadi. Seperti halnya aplikasi dan browser di komputer dan smartphone yang membutuhkan pembaruan, utas baru blockchain bisa terbentuk untuk menambah fitur/fungsi baru atau untuk alasan keamanan.

    Satu alasan lainnya, unik bagi peranti sumber terbuka yang terdesentralisasi. Seperti halnya perubahan konten di Wikipedia. Bisa saja, sebuah blockchain berubah karena ada perdebatan di dalam komunitas pengelolanya. Namun, di blockchain, perubahan bisa berujung ke dua arah, dan dua blockchain, yang berbeda.

    Jika rencana Do Kwon disambut oleh komunitasnya, LUNA yang baru akan menggantikan posisik LUNC. Namun, tidak menutup kemungkinan rantai LUNC masih tetap digunakan. Ethereum Classic, rantai blockchain orisinal sebelum peristiwa pembobolan token ETH senilai US$ 50 juta pada 2016, saat ini masih beroperasi dan mengelola transaksi aset kripto.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kisah Terra LUNA: Lompat ke Rp1,7 Juta, Anjlok ke Rp 6 Ribu!

    (dem/dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.