Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Lubang Menganga, Isi Matahari Tumpah ke Bumi
    Insight News

    Ada Lubang Menganga, Isi Matahari Tumpah ke Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2023Updated:6 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Bumi dihantam oleh angin surya dahsyat yang berasal dari lubang raksasa menganga di Matahari. Lubang di atmosfer Matahari yang ukurannya 60 kali diameter Bumi.

    Lubang di atmosfer Matahari bernama lubang korona. Menurut Science Alert, lebarnya mencapai 800.000 kilometer di titik terjauhnya. Sebagai perbandingan, diameter Jupiter “hanya” 140.000 kilometer, sedangkan diameter Bumi adalah 12.724 kilometer.

    Lubang korona berbeda dengan fenomena lain yang lebih sering terjadi seperti bintik surya, suar surya, dan lontaran massa matahari. Bintik surya adalah bintik yang tercipta sementara di lokasi dengan medan magnet lebih kuat dibanding yang lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Suar surya dan lontaran massa adalah erupsi yang tercipta akibat lepasan energi saat medan magnet putus atau saling terhubung.

    Lubang korona adalah wilayah raksasa tempat medan magnet Matahari terbuka. Tidak seperti bintik Matahari, lubang korona tidak bisa terlihat dengan mata. Bolongan besar baru tampak melalui pancaran sinar ultraviolet. Sebuah wilayah luas tampak lebih “gelap” karena lebih dingin dibanding area di sekitarnya.

    Seluruh peristiwa surya tersebut terjadi karena aktivitas magnetik Matahari yang sedang menuju puncaknya, yang disebut sebagai Solar Maximum. Titik teraktif Matahari diperkirakan terjadi pada 2024.

    Badai surya di Bumi

    Pada 2 Desember, lubang raksasa Matahari menghadap langsung ke Bumi. Hasilnya, angin surya menghantam Bumi sepanjang 4 dan 5 Desember.

    Angin surya terus terembus dari Matahari karena medan magnet yang terbuka lebar. Partikel surya dan plasma ikut terembus ke seluruh Tata Surya dan berpengaruh ke semua planet.

    Berdasarkan data NOAA, badai Matahari yang tercipta tergolong kategori G1 dan G2. Badai Matahari itu termasuk ringan, sehingga dampaknya tidak terlalu dirasakan oleh manusia di Bumi.

    Menurut Science Alert, badai surya terjadi saat partikel dari Matahari membentur atmosfer Bumi kemudian tersebar mengikuti garis medan magnet menuju kedua kutub Bumi. Di kutub, partikel tersebut kembali bergerak lapisan atmosfer terluar. Di sana, partikel surya berinteraksi dengan partikel di ionosfer yang menciptakan sinar aurora.

    Jika badai yang tercipta berkekuatan tinggi, operasi satelit, kabel listrik, komunikasi radio, dan sistem navigasi akan terpengaruh. Pada level G1 dan G2, dampaknya sangat minimum.

    Badai surya yang terjadi akibat lubang korona cenderung pasif dibanding dengan badai akibat letupan massa korona atau suar surya. Dalam peristiwa suar surya dan letupan massa, partikel terdorong oleh “gejolak” di Matahari. Dalam peristiwa lubang korona, partikel Matahari hanya “menemukan jalan keluar” dari atomsfer.

    Hingga menuju puncak aktivitas pada 2024, aktivitas Matahari terus menciptakan fenomena di Bumi. Bahkan, aurora yang terbentuk di Bumi tampak lebih “aktif” dan terjadi di lapisan yang lebih rendah dari biasanya.



    Artikel Selanjutnya


    Ahli Temukan Lokasi Neraka, Miliaran Kali Panas Matahari

    (dem/dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.