Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Laba-Laba Muncul di Kutub Selatan Mars, Astronom Bilang Begini
    Insight News

    Ada Laba-Laba Muncul di Kutub Selatan Mars, Astronom Bilang Begini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 April 2024Updated:26 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Antariksa Eropa (ESA) mempublikasikan foto fenomena yang mereka beri nama “tanda laba-laba dari Mars.”

    ExoMars Trace Gas Orbiter mengambil gambar tersebut di area kutub selatan Mars. Dalam foto terlihat permukaan Mars yang dipenuhi oleh struktur yang mirip ratusan laba-laba raksasa.

    ESA memperkirakan struktur tersebut terbentuk di es saat musim dingin di Mars berubah menjadi musim semi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Bentul yang kecil dan gelap ini terbentuk saat matahari musim semi menyinari lapisan karbon dioksida yang terkubur selama musim dingin yang gelap,” papar keterangan ESA.

    Sinar matahari membuat es karbon dioksida di lapisan paling bawah berubah menjadi gas, yang makin lama makin banyak sehingga bocor menembus es di atasnya. Gas menyembur di tengah musim semi Mars, membawa material berwarna gelap ke permukaan.

    Saat gas berhasil menemukan jalan keluar di antara retakan es yang tebalnya bermeter-meter, material berwarna gelap jatuh seperti air terjun. Struktur inilah yang menyerupai laba-laba dengan lebar antara 45 meter hingga 1 kilometer.

    ESA juga memaparkan bahwa kebiasaan manusia yang membayangkan bentuk yang sudah familier saat melihat objek tertentu disebut sebagai pareidolia. Pareidolia ini yang membuat bentuk di Mars tampak seperti laba-laba oleh penduduk Bumi.

    “Otak kita terus mencoba memahami dunia. Salah satu metode yang digunakan otak untuk memahami dunia adalah dengan mendeteksi dan mempelajari pola tertentu. Pola ini membantu otak untuk bereaksi dan berperilaku dalam upaya bertahan hidup,” kata Jess Taubert dari University of Quuensland kepada IFLScience.



    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.