Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Korupsi BTS 4G, Semua Proyek Bakti Kominfo Dicek Ulang
    Insight News

    Ada Korupsi BTS 4G, Semua Proyek Bakti Kominfo Dicek Ulang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Oktober 2023Updated:24 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Semua proyek yang berada di bawah naungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) telah dievaluasi. Hal tersebut menyusul kasus dugaan korupsi BTS 4G yang menyeret Mantan Direktur Utama Anang Latief dan Mantan Menteri Kominfo Johnny G Plate.

    “Saat ini semua program dan proyek yang dilakukan oleh Bakti, baik itu masuk dalam Program Strategis Nasional maupun tidak, kami evaluasi,” kata Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar saat Media Briefing di kantor Bakti, Selasa (24/10/2023).

    “Evaluasi proses bisnis. Kemudia kami pastikan tidak ada aturan yang dilanggar, baik dari administrasi negara, keuangan negara, dan pidana,” imbuhnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat ditanya apakah proyek Satria-2 tetap jalan, dia mengatakan akan diteruskan. Sebab, permintaan masyarakat untuk terkoneksi internet bisa diselesaikan dengan penggunaan satelit.

    “Jadi yang Satria-2 itu tetap kita akan teruskan untuk masuk ke greenbook karena memang demand dari masyarakat Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak semuanya bisa diselesaikan dengan pendekatan teresterial,” ungkap dia.

    Satria-2 merupakan satelit yang akan meningkatkan kapasitas Satria-1. Satelit tersebut akan menghubungkan 37 ribu titik di wilayah 3T dengan internet.




    Foto: Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar saat Media Briefing di kantor Bakti (CNBC Indonesia/Novina)
    Direktur Utama Bakti, Fadhilah Mathar saat Media Briefing di kantor Bakti (CNBC Indonesia/Novina)

    Awalnya wilayah yang dihubungkan berjumlah 50 ribu titik. Namun akhirnya diturunkan menjadi 37 ribu titik karena adanya kebutuhan bandwidth yang besar dengan aplikasi-aplikasi khusus dari sektor pendidikan hingga kesehatan.

    “Bahkan 3 mbps dan 4 mbps itu masih kurang. sehingga kami direksi memutuskan bahwa untuk Satria-1 kita lebih mementingkan dulu penggunaan whitelist aplikasi dari Kementerian sektor prioritas sehingga jumlah untuk coverage berkurang karena bandwithnya yang kita tingkatkan untuk penggunaan apps tersebut,” jelas dia.

    Hingga akhir tahun, proporsional terbesar untuk dihubungkan dengan Satria-1 adalah sektor pendidikan mencapai 60% dan 30% untuk kesehatan. Sisanya adalah untuk pemerintah desa, pos perbatasan dan pos keamanan.

    “Itu untuk dibangun di 2023 terbatas ke 10 ribu titik,” ungkap Fadhilah.



    Artikel Selanjutnya


    Alasan Satelit Raksasa RI Satria-1 Lelet Sampai di Orbit

    (npb/npb)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.