Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Gak yang Main Judi Online?
    Insight News

    Ada Gak yang Main Judi Online?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juni 2024Updated:26 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Komisi III bertanya balik kepada Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana tentang ada tidaknya pegawai PPATK yang terdeteksi bermain judi online.

    Pertanyaan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Habiburokhman seusai Ivan mengungkapkan jumlah anggota dewan di tingkat DPR, DPRD, dan Sekretariat Jenderal nya masing-masing yang terdeteksi main judi online atau judol sebanyak 1.000 lebih orang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Termasuk di PPATK ada gak tuh pak yang main pak?” tanya Habiburokhman kepada Ivan dalam rapat kerja di Komisi III DPR, Jakarta, Rabu (29/6/2024).

    Merespons pertanyaan itu, Ivan menjawab bahwa pegawai PPATK tidak ada yang terdeteksi bermain judol. Ia beralasan, ini karena jumlah pegawai PPATK juga sebetulnya hanya sedikit, yakni berjumlah sekitar 500 orang saja.

    “Alhamdulillah enggak ada, cuma sedikit orangnya cuma 500 orang pegawainya,” jawab Ivan.

    Ivan mengungkap data jumlah anggota dewan yang bermain judol itu sebenarnya merupakan hasil respons dia terhadap permintaan Habiburokhman. Sebelum menjawab langsung pun Ivan sempat meminta izin apakah datanya boleh dibuka secara langsung atau tidak kepada para anggota dewan di Komisi III.

    Setelah para anggota dewan menyilahkan, Ivan mengatakan, “apakah legislatif pusat dan daerah ya kita menemukan itu lebih dari 1000 orang.”

    Ivan pun mengaku bersedia menyerahkan detail dari data tersebut kepada para anggota dewan, khususnya kepada Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD. Habiburokhman merupakan anggota MKD yang juga meminta data itu.

    “Ya nanti kami akan kirim surat ada lebih dari 1000 orang DPR, DPRD sama Sekretariat Kesekjenan, itu ada,” tegasnya.

    Ivan mengatakan, dari hasil penelusuran itu tercatat bahwa jumlah transaksinya telah mencapai 63 ribu. Adapun nilai transaksinya bisa mencapai Rp 25 miliar secara agregat atau keseluruhan transaksi, bukan tiap orang anggota dewan itu.

    “Rupiahnya hampir 25 miliar di masing-masing transaksinya di antara mereka dari ratusan sampai sekian miliar. Tapi Rp 25 miliar itu agregat secara keseluruhan itu deposit, jadi kalau dilihat perputarannya sampai ratusan miliar juga,” tutur Ivan.




    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.