Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Covid, Belut Vampir Purba Penghisap Darah Bermunculan
    Insight News

    Ada Covid, Belut Vampir Purba Penghisap Darah Bermunculan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Desember 2023Updated:26 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jumlah belut vampir purba meningkat tajam sejak 2020 atau saat Covid-19 mulai menyebar ke seluruh dunia. Padahal hewan tersebut dikendalikan oleh Great Lakes Fishery Commission bersama dengan US Fish and Wildlife Service dan Fisheries and Oceans Canada.

    Saat itu pengendalian sempat terkendala dan membuat populasinya meningkat drastis. Peningkatan jumlah spesies bernama Sea Lamprey itu terjadi di danau-danau perbatasan Amerika Utara dan Kanada.

    Dalam sebuah laporan pertengahan tahun ini, Science Alert mencatat belum diketahui jumlah peningkatan populasi spesies tersebut. Namun National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), keberadaan Sea Lamprey membuat jumlah ikan trout menurun drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, belut penghisap darah itu memangsa berbagai macam spesies seperti ikan trout, whitefish, perch dan sturgeon.

    “Dalam satu abad, penangkapan ikan trout anjlok, sebagian besar karena perkembangbiakan Lamprey yang tidak terkendali,” kata NOAA, dikutip dari Science Alert, Selasa (26/12/2023).

    Sementara itu, pengendalian jumlah belut purba itu memang tak mudah. Ini diungkapkan oleh laporan publikasi ilmiah non-profit, Undark Magazine.

    Pada 2020, pihak yang mengontrol populasi Sea Lamprey hanya mampu mengerjakan 25%. Setahun berselang, mereka bertanggung jawab pada 75% populasi.

    Jumlah pengendalian belut itu juga tak murah. Setidaknya, Wired melaporkan, mencapai US$15 juta hingga US$20 juta atau sekitar Rp231,8 miliar hingga Rp 309 miliar per tahunnya.

    Banyak hal juga yang perlu diperhatikan untuk melakukan pengendalian jumlah populasi. Salakh satunya terkait pemberian pestisida, lampricide, yang digunakan untuk mengurangi jumlah belut vampir.



    Artikel Selanjutnya


    Belut Vampir Purba Penghisap Darah Nongol Lagi Gegara Covid

    (npb/npb)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.