Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Siap-siap! Bulan Purnama Pink Terlihat Akhir Pekan Ini
    Insight News

    Siap-siap! Bulan Purnama Pink Terlihat Akhir Pekan Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 April 2022Updated:14 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bulan purnama akan menghiasi langit akhir minggu ini. Fenomena ini dinamakan Bulan Merah Muda akan mulai dari Jumat pagi 15 April 2022 hingga Senin pagi 18 April 2022 mendatang.

    Bulan Purnama itu akan diterangi sepenuhnya hanya untuk sesaat pada 14:55 EDT hari Sabtu (16/4/2022). Di Indonesia, laman time and dates menuliskan akan terjadi pada Minggu (17/4/2022) dini hari jelang waktu sahur.

    “Ini akan jadi akhir pekan bulan purnama,” kata eksekutif program Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA, Gordon Johnston, dikutip Live Science, Kamis (14/4/2022).

    Fenomena bulan purnama ini dinamakan Pink Moon atau Bulan Merah Muda. Alasannya karena terjadi untuk bunga merah muda cemerlang yang bermekaran di awal musim semi.

    Bulan purnama terjadi sekitar sebulan sekali saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berbaris pada garis imajiner 180 derajat. Orbit Bulan hanya 5 derajat berbeda dari Bumi, jadi biasanya lebih tinggi sedikit atau lebih rendah dari bayangan Bumi.

    Meski tidak benar nampak merah muda, nama itu didapatkan dari ramuan bunga moss pink, disebut creeping phlox, moss phlox atau mountain phlox. Sebutan itu mengacu pada tanaman asli AS timur yang mekar di awal musim semi, ungkap NASA.

    Nama lain untuk fenomena ini Sprouting Grass Moon, Egg Moon, dan Fish Moon. Sebab menurut Maine Farmer’s Almanac dikutip laporan NASA, karena secara historis berenang ke hulu untuk bertelur.

    Sementara itu saat Bulan Purnama, sebagian atau seluruh bayangan Bumi jatuh ke Bulan menjadi gerhana Bulan. Fenomena itu berikutnya terjadi bulan depan pada 15-16 Mei 2022, saat gerhana Bulan total mengubah Bulan menjadi warna merah karat atau disebut Bulan Darah.

    Bulan yang biasanya berwarna putih berubah menjadi warna merah karena cahaya Matahari mengelilingi Bumi. Yakni saat atmosfer menyaring panjang gelombang yang lebih pendek, seperti biru dan ungu, namun memungkinkan panjang gelombang merah dan oranye melewatinya, artinya bisa mencapai Bulan dan mengubahnya menjadi merah anggur.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.