Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ngutang Buat Kebutuhan Lebaran? Boleh Saja, Asalkan…
    Insight News

    Ngutang Buat Kebutuhan Lebaran? Boleh Saja, Asalkan…

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 April 2022Updated:9 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meminjam uang jelang lebaran memang tidak bisa dihindari jelang lebaran saat ini. Meski tak ada yang melarang, namun masyarakat perlu memerhatikan beberapa hal agar tidak terjerat bunga utang tinggi.

    Perencana Keuangan sekaligus pemilik Qualified Wealth Planner dan founder Gatherich, Ken Handersen mengatakan penting untuk meminjam sesuai dengan jumlah porsi kebutuhan. Jika terpaksa mengambil pinjaman, periksa lagi kondisi keuangan sejauh mana bisa untuk mengembalikannya.

    “Kalau saya boleh anjurkan, kalau sampai pinjam uang, harus pastikan kita yakin bisa bayar,” jelas Ken dalam program Evening Up, Dexpert.co.id ‘Cuap-Cuap Cuan Berkah Bersama BRI’ beberapa waktu lalu.

    Untuk meminjam uang jelang lebaran, simak tips berikut ini:

    1. Buat List Pengeluaran

    Ken mengatakan sebelum meminjam uang, pastikan lebih dulu apa yang mejadi kebutuhan. Sesuaikan juga dengan uang yang dimiliki.

    Karena itu penting mencatat semua pengeluaran dan prioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok. Selain itu pastikan juga apa saja yang jadi kebutuhan saat lebaran.

    “Sehingga kita tahu, misalnya kita butuhnya, contoh Rp 5 juta. Misalkan saya hanya punya uang Rp 3 juta, dan ketika saya lakukan pinjaman. Maka pinjam uang selisihnya saja atau Rp 2 juta. Jangan pinjam lebih dari itu, supaya kita sanggup untuk bayar,” ujarnya.

    2. Pilih Pinjaman Legal

    Hal penting lain untuk jadi perhatian, jika harus meminjam ke pinjaman online (pinjol) hanya melakukannya pada perusahaan yang sudah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Ken mengatakan penarikan pinjaman lewat pinjol resmi cenderung lebih aman. Sebab perusahaan tersebut terikat dengan aturan yang ada di dalam OJK dan asosiasi. Mulai dari tingkat suku bunga kredit, jangka waktu pinjaman, cara penagihan, hingga perlindungan data nasabah.

    Ken menambahkan cek berapa besaran bunga dan jangka waktu peminjaman. “Itu harus disesuaikan juga. Supaya ketika memang harus mengambil pinjaman, kita tahu risikonya apa. Mampu bayar atau enggak,” kata Ken.

    3. Ukur Kemampuan Membayar

    Masyarakat perlu mengetahui kemampuan membayar dan sesuaikan dengan pendapat saat mengambil pinjaman. Ken mengatakan porsinya 30% dari total penghasilan.

    Hal penting saat meminjam uang, kenali potensi diri apakah sanggup membayar atau tidak. Ken mengatakan cara paling sehat adalah dana penggantinya sudah ada.

    Selain itu sebelum mengambil pinjaman, dia menyarankan cukupkan diri dengan apa yang sudah ada. Jangan memaksakan mengejar konsumsi tertentu.

    “Ketika melakukan pinjaman kita tahu ketika uang itu cair mau dipakai untuk apa. Jangan sampai kita kehilangan aset kalau kita misalkan gadaikan BPKP dan tidak bisa bayar, malah kena bunga,” kata Ken.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.