Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sri Mulyani Ungkap ‘Kiamat’ Teller Bank, Akan Ada Badai PHK?
    Insight News

    Sri Mulyani Ungkap ‘Kiamat’ Teller Bank, Akan Ada Badai PHK?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 April 2022Updated:2 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Disrupsi digital kini menjadi sebuah keniscayaan. Berbagai sektor bisnis dan usaha harus beralih ke digital karena kondisi berubah psikologis konsumen.

    Disrupsi digital ini juga dipercepat oleh pandemi Covid-19 di mana masyarakat mendidik dirinya sendiri untuk menjadi lebih adaptif dengan digital.

    Salah satu sektor yang mengalami disrupsi digital adalah sektor perbankan. Setiap bank nantinya harus menjadi bank digital. Hal ini membawa dampak yang besar para karyawan bank.

    Disrupsi digital ini akan membuat beberapa pekerjaan di sektor perbankan hilang. Diprediksi pekerjaan teller hingga back office akan hilang. Jumlah karyawan sektor ini mencapai jutaan orang.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tanggapan mengenai masalah ini. Menurutnya disrupsi dan transformasi digital menjadi tantangan global, tidak eksklusif terjadi di Indonesia. Meski disrupsi digital mengilangkan beberapa pekerjaan namun juga memunculkan ekonomi-ekonomi baru.

    “Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang katakanlah tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

    Pernyataan Sri Mulyani juga diamini oleh bos-bos bank kelas kakap di tanah Air yang saat ini turut menyiapkan sejumlah strategi terkait hal tersebut.

    Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Panji Irawan mengungkapkan, strategi perusahaan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pendidikan dan melakukan pemetaan talent yang dimiliki oleh parateller.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Royke Tumilaar, akhir tahun lalu kepada CNBC Indonesia mengungkapkan, tren berkurangnya peran teller bank memang sudah dimulai. Saat ini, banyak nasabah BNI yang menggunakan mobile banking sehingga volume transaksi yang membutuhkan bantuan teller mulai berkurang banyak.

    Jumlah Karyawan Menyusut

    Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, banyak pengamat dan ekonom telah memprediksi teller akan dapat digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan.

    Vikram Pandit, yang pernah menjabat sebagai Executive Officer Citigroup Inc era 2007-2012, sempat mengatakan kepada Bloomberg TV pada 2017 bahwa teknologi artificial intelligence dan robot akan menghilangkan pekerjaan bank dalam 30 tahun ke depan. Hal tersebut pada akhirnya turun menekan jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan di industri perbankan.

    Berdasarkan laporan keuangan emiten perbankan utama, pengurangan jumlah karyawan dari tahun ke tahun menjadi pola nyata. Dalam lima tahun terakhir emiten perbankan telah mengurangi jumlah karyawannya secara perlahan, bahkan ada yang memangkas hingga ribuan pekerjaan dalam periode tersebut.

    [Dexpert.co.id]

    (dce/dce)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.