Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Duh! Ini 5 Perampokan Kripto Terbesar di Dunia, Sampai Rp 8 T
    Insight News

    Duh! Ini 5 Perampokan Kripto Terbesar di Dunia, Sampai Rp 8 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2022Updated:1 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Peretasan terkait kripto terus terjadi di dunia hingga saat ini, bahkan nilainya mencapai triliunan rupiah. Nilai terbesar adalah peretasan pada Poly Network senilai US$611 juta atau Rp 8,7 triliun. Ini berasal dari laporan perusahaan analisis cryptocurrency Elliptic

    Poly Network sendiri diretas pada Agustus 2021. Ini merupakan platform decentralize finance (DeFi) yang memiliki tujuan untuk menghilangkan peran perbankan dalam sistem keuangan.

    Selain Jaringan Poly ada sejumlah kejadian peretasan terbesar lainnya yang terjadi. Berikut daftarnya, dikutip dari BBC, Kamis (31/3/2022):

    • Ronin Bridge (game blockchain terinspirasi Pokemon) pada Maret 2022 senilai US$540 juta (Rp 7,7 triliun)
    • Coincheck (platform jual-beli cryptocurrency di Jepang) pada Januari 2018 senilai US$532 juta (Rp 7,6 triliun)
    • Mt Gox (platform jual-beli cryptocurrency di Jepang) pada Februari 2014 senilai US$470 juta (Rp 6,7 triliun)
    • Wormhole (layanan yang menjembatani antara cryptocurrency Solana dengan DeFi) pada Februari 2022 senilai US$325 juta (Rp 4,6 triliun)

    Maraknya kejadian ini, Tom Robinson dari Elliptic mengatakan perusahaan cryptocurrency sebagai ‘honeypots besar untuk peretas’.

    “Transaksi kripto tidak bisa diubah, jadi jika peretas bisa mendapatkannya akan sangat sulit untuk mengambilnya kembali,” kata Robinson.

    Menurutnya menarik juga karena pembayaran bisa dilakukan tanpa kerumitan ekstra seperti pada kejahatan siber seperti ransomware. Dengan cara itu, penjahat harus bernegosiasi dengan perusahaan yang menjadi korban.

    BBC melaporkan kejadian seperti peretasan Ronin belum diketahui siapa pelakunya. Belum tentu juga pelaku merupakan individu, karena ada laporan peretas yang disponsori negara telah diindentifikasi sebagai penyebab pada pencurian kripto.

    Menurut penelitian kripto di Chainalysis, peretas Korea Utara mencuri aset digital senilai hampir US$400 juta untuk sekitar tujuh serangan pada platform cryptocurrency tahun lalu.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.