Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Serang Ukraina, Krisis Konsol Game Landa Rusia?
    Insight News

    Putin Serang Ukraina, Krisis Konsol Game Landa Rusia?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Maret 2022Updated:11 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Imbas serangan Rusia ke Ukraina membuat perusahaan konsol game memutuskan untuk menghentikan penjualan mereka di Rusia.

    Memasuki minggu ketiga usai Rusia memulai serangan ke Ukraina daftar perusahaan yang memutuskan hubungan dengan Rusia kian bertambah. Sebut saja Nintendo, Sony dan Microsoft yang dilaporkan menghentikan penjualan konsol mereka di Rusia.

    Sony mengungkapkan telah berhenti menjual konsol dan perangkat lunak (software) PlayStation di Rusia.

    Seorang perwakilan untuk unit video game Sony mengatakan dalam sebuah pernyataan perusahaan telah menangguhkan semua pengiriman software dan perangkat keras (hardware) ke Rusia. PlayStation Store juga tidak akan lagi tersedia di Rusia.

    Sony Interactive Entertainment (SIE) bergabung dengan komunitas global dalam menyerukan perdamaian di Ukraina,” kata Sony seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (11/3/2022).

    Secara terpisah, Nintendo juga menyatakan hal yang sama. Pembuat konsol Switch itu mengatakan pihaknya menangguhkan semua pengiriman konsol ke Rusia.

    Perusahaan asal jepang itu telah memutuskan untuk menunda rilis Advance Wars 1+2: Re-Boot Camp, sebuah game strategi bertema militer. Mereka beralasan penundaan itu mengingat peristiwa dunia baru-baru ini.

    Sony dan Nintendo mengikuti jejak Microsoft yang sudah lebih dulu mengambil tindakan. Pekan lalu Microsoft mengatakan mereka akan menghentikan semua penjualan baru produk dan layanannya di Rusia, termasuk konsol game Xbox, software, dan layanan berlangganan.

    Mengutip laman Game Rant, tak hanya konsol, sanksi yang diberikan Microsoft mencakup produk Windows dan Azure.

    Di antara banyak reaksi terhadap invasi, langkah Microsoft mungkin salah satu yang paling berdampak. Mengingat adopsi luas produk dan layanannya di seluruh Rusia.

    Presiden Microsoft Brad Smith telah mengumumkan langkahnya dalam sebuah posting blog resmi. Setelah mengutuk serangan tak beralasan ke Ukraina, Smith menyatakan pemblokiran penjualan produk dan layanan Microsoft di Rusia.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.