Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Sudah Dekat, 40% Bumi Kering Selamanya
    Insight News

    Tanda Kiamat Sudah Dekat, 40% Bumi Kering Selamanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Desember 2024Updated:16 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – UN Convention to Combat Desertification (UNCCD) dari PBB melaporkan 40% wilayah Bumi dilanda kekeringan. Ternyata pertanda itu sudah terungkap selama beberapa dekade terakhir.

    Dalam laporan tersebut, UNCCD kekeringan tersebut sudah terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pada 2020, 77,6% daratan Bumi kering selama tiga dekade terakhir.

    Dalam periode yang sama, lahan kering meluas 4,3 juta km2. Sementara dalam laporan terbaru kini mencakup 40,6% dari daratan Bumi.

    UNCCD juga menyebutkan 7,6% daratan telah melewati batas kekeringan selama beberapa dekade terakhir. Kondisi tersebut adalah saat lahan tidak kering menjadi lahan kering atau kelas lahan kering yang kurang kering menjadi lebih lebih kering.

    “Saat iklim suatu wilayah menjadi lebih kering, kemampuan kembali ke kondisi sebelumnya menjadi menghilang. Sekarang iklim lebih kering pada daratan yang luas di seluruh dunia tidak kembali seperti semula,” kata Sekretaris Eksekutif UNCCD, Ibrahim Thiaw dikutip Rabu (11/12/2024).

    UNCCD menjelaskan wilayah paling terdampak dengan fenomena kekeringan adalah 95% wilayah Eropa. Selain itu juga terjadi pada sebagian Amerika Serikat (AS) bagian barat,Brasil, Sebagian Asia (khususnya Asia Timur), dan Afrika Tengah.

    Khusus untuk sebagian AS bagian Barat dan Brasil trennya terjadi dengan kelangkaan air dan kebakaran hutan. Sementara Afrika Tengah dan sebagian Asia mengalami degradasi ekosistem dan gurun yang membahayakan banyak spesies.

    Laporan itu mengingatkan soal mengekang emisi gas rumah kaca. Jika gagal, 3% wilayah lembab lainnya akan menjadi lahan kering di akhir abad.

    Para peneliti juga menyiapkan skenario saat emisi gas rumah kaca sangat tinggi. Kemungkinan kekeringan akan meluas hingga AS bagian Barat Tengah, Meksiko tengah, Venezuela utara, Brasil bagian timur laut, Argentina tenggara, seluruh Mediterania, Laut Hitam, sebagian besar Afrika selatan dan Australia selatan.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Digitalisasi, Tekan Biaya Operasional & Bikin Apotek Lebih Cuan




    Next Article



    Tanda ‘Kiamat’ Makin Nyata, Cuma 5 Makhluk Ini yang Bisa Bertahan



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.