Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Blokir China Bawa Petaka, Dunia Bisa Kacau
    Insight News

    Blokir China Bawa Petaka, Dunia Bisa Kacau

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2024Updated:7 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembatasan dagang yang diberlakukan pemerintah China terhadap beberapa mineral strategis mulai membawa petaka ke perusahaan-perusahaan asing.

    Henkel yang merupakan perusahaan kimia dan kebutuhan konsumen asal Jerman, mengatakan kepada para kliennya bulan lalu bahwa perusahaan menunda pengiriman 4 tipe zat adhesive dan pelumas yang digunakan luas oleh produsen otomotif.

    Henkel juga mengatakan penundaan tersebut karena pembatasan ekspor salah satu mineral, antimon, dari Beijing, dikutip dari Reuters, Jumat (6/12/2024).

    Henkel menggunakan metal perak untuk membuat produk bermerek Bonderite dan Teroson, yakni bagian inti dari divisi teknologi adhesive perusahaan. Tahun lalu, divisi itu berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan senilai 10,79 miliar euro.

    “Kami diberi tahu para pemasok bahwa impor material-material mentah ini tertunda karena menunggu persetujuan aplikasi lisensi dari pemerintah China,” menurut surat yang ditandatangai dua eksekutif senior tertanggan 8 November 2024, yang dilihat oleh Reuters.

    “Dampaknya, Henkel mendeklarasikan kondisi darurat terkait pengiriman produk-produk tersebut,” surat tersebut menambahkan.

    Surat dari Henkel dan perbincangan antara pelaku ekspor-impor, penambang, prosesor, dan pakar industri di Amerika Utara, Eropa, dan China, menunjukkan disrupsi yang terjadi karena larangan terbaru dari Beijing.

    Banyak perusahaan asing yang bergantung pada mineral-mineral penting dari China akan kesulitan mengganti pemasoknya.

    “Kami memantau situasi suplai global untuk antimon dan berniat mencari solusi terbaik untuk menanggulangi pesanan para konsumen,” kata Henkel saat dihubungi Reuters.

    Menurut firma intelijen pasar Argus, harga antimon yang penting untuk membuat peralatan militer seperti rudal inframerah, senjata nuklir, dan goggle khusus, naik 230% pada tahun ini menjadi US$39.000 per metrik ton.

    China merupakan pengasil antimon terbesar di dunia dan mendominasi produksi mineral-mineral penting lainnya.

    Pada tahun lalu, Beijing juga membatasi ekspor gallium dan germanium yang penting untuk pengembangan semikonduktor dan senjata, serta jenis grafit sebagai komponen baterai mobil listrik.

    Baru-baru ini, China kembali memperketat pembatasan mineral-mineral penting tersebut sebagai respons atas pengetatan blokir teknologi chip canggih dari AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kecanggihan Sistem Keamanan Data Dari Multipolar Technology





    Next Article



    China Dikeroyok 5 Negara, Serangan Amerika Makin Ganas



    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.