Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Temuan di China Ubah Sejarah Panjang Manusia
    Insight News

    Temuan di China Ubah Sejarah Panjang Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2024Updated:6 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian berhasil menemukan spesies baru nenek moyang manusia. Ditemukan di China, spesies ini bernama Homo juluensis, yang artinya “kepala besar.”

    Christopher Bae yang merupakan antropolog Universitas Hawai’i dan Xiuji Wu selaku paleoantropolog di Institut Paleontologi Vertebrata menerbitkan penelitian pada Mei 2024. Mereka menuliskan soal sekumpulan fosil hominin tidak biasa ditemukan di Xujiayao China Utara beberapa dekade sebelumnya.

    Tengkorak fosil itu sangat besar dan lebar. Beberapa fiturnya dilaporkan mirip Neanderthal dan ada juga ciri-ciri seperti manusia modern dan Denisovan.

    “Fosil ini menjadi bentuk baru hominin berotak besar (Juluren) yang tersebar luas di sebagian besar Asia timur pada kuartal akhir (300 ribu-500 ribu tahun lalu),” tulis studi itu, dikutip dari Live Science, Selasa (3/12/2024).

    Dalam studi baru yang diterbitkan jurnal Nature Communications, keduanya menekankan perlunya terminologi baru. Mereka mengatakan membagi Homo Purba menjadi empat spesies akan membantu penelitian memahami kompleksitas evolusi manusia terbaru.

    Empat spesies yang dimaksud adalah H. floresiensis, H. luzonensis, H. longi, dan H. juluensis. Spesies terakhir merujuk pada fosil dari 220 ribu-100 ribu tahun lalu asal Xujiayao dan Xuchang, China Tengah.

    Spesies ini pernah ditemukan pada 1974 di Xujiayao. Terdapat temuan 10 ribu artefak baru dan 21 fragmen fosil hominin mewakili 10 individu berbeda.

    Fiturnya juga mirip dengan apa yang dituliskan dalam studi Bae dan Wu bulan Mei lalu. Mulai dari otak besar, tengkorak tebal dan mirip dengan Neanderthal.

    Juluensis tidak terisolasi secara genetik. Namun hasil perwakinan sejumlah hominin pada Pleistosen Tengah, termasuk Neanderthal.

    “Mereka mewakili populasi hominin baru untuk wilayah itu, juluren artinya manusia kepala besar,” tulis keduanya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kecanggihan Sistem Keamanan Data Dari Multipolar Technology

    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.