Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mark Zuckerberg Gigit Jari Gara-Gara Lebah
    Insight News

    Mark Zuckerberg Gigit Jari Gara-Gara Lebah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2024Updated:5 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa teknologi global seperti Amazon, Microsoft, dan Meta sedang berlomba mencari sumber energi nuklir untuk data center kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud). Namun, upaya mereka menemui berbagai hambatan termasuk dari lebah.

    Perlombaan para perusahaan teknologi untuk membangun platform teknologi AI membutuhkan dukungan data center baru yang didesain khusus untuk teknologi tersebut. Data center AI juga membutuhkan pasokan energi yang lebih besar dibandingkan data center biasa.

    Oleh karena itu, Amazon, Meta, dan Microsoft dikabarkan agresif mencari pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menyediakan sebagai sumber energi data center yang direncanakan dibangun.

    Meta, induk dari Facebook, Instagram, dan Amazon, dilaporkan menemui hambatan dalam proyek pembangunan data center AI di sebelah pembangkit tenaga nuklir.

    Financial Times melaporkan bahwa CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan salah satu hambatan proyek tersebut adalah penampakan lebah langka di lahan proyek. Di Amerika Serikat, lebah digolongkan sebagai spesies yang rawan kepunahan antara lain akibat penggunaan pestisida.

    Rencana pembangunan data center hyperscale Amazon juga mentok. Komisi Regulasi Energi Federal Amerika Serikat (FERC) menolak rencana Amazon membangun data center di sebelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Pennsylvania.

    Alasan FERC menolak rencana Amazon adalah potensi dampak konsumsi listrik data center milik Amazon terhadap kualitas layanan bagi pelanggan listrik lainnya di area tersebut. Para penduduk di sekitar ditakutkan bakal mengalami lebih banyak mati listrik hingga harus membayar biaya listrik yang lebih tinggi karena data center Amazon yang lapar energi.

    Di sisi lain, proyek data center raksasa Microsoft berjalan mulus. Perusahaan tersebut berencana menghidupkan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah tidak beroperasi sebagai sumber energi data center.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Investasi Data Center RI Baru Recehan, Malaysia Panen Investor





    Next Article



    Gokil! Data Center Bisa Hemat Bisnis Jutaan Dolar, Cari Tahu di Sini



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.