Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Mematikan Fitur di Windows 11 Picu Masalah, Banyak yang Protes
    Insight News

    Awas Mematikan Fitur di Windows 11 Picu Masalah, Banyak yang Protes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Oktober 2024Updated:18 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembaruan Windows 11 versi 24H2 mendapat kritik dari para pengguna dan pakar.

    Mereka mempertanyakan tentang privasi dan kontrol pengguna terhadap fitur baru bernama Recall yang berbasis AI. Meskipun perusahaan menjamin soal privasi dan kontrol, namun pendekatan Microsoft terhadap Recall menimbulkan kekhawatiran baru di dunia teknologi.

    Recall adalah alat yang digerakkan oleh AI. Ia mampu mencatat aktivitas pengguna di layar dan memasukkannya ke dalam timeline. Alat ini memungkinkan pengguna untuk melihat kembali pekerjaan atau tugas mereka sebelumnya dan menemukan item dengan mudah.

    Meskipun Recall terdengar memudahkan kerja pengguna, namun banyak yang berpendapat bahwa fitur tersebut mengganggu privasi.

    Fitur ini seharusnya dinonaktifkan secara default, tapi dengan pembaruan 24H2, Recall jadi muncul di semua sistem.

    Salah satu masalah utama yang dihadapi pengguna adalah ketidakmampuan untuk menonaktifkan Recall. Pengujian oleh para ahli, termasuk Chris Titus Tech, YouTuber dan pengembang software ternama, menunjukkan bahwa upaya untuk menonaktifkan Recall menimbulkan masalah.

    Misalnya, jika menonaktifkan Recall di file explorer Windows akan kehilangan Mode Gelap dan dukungan untuk beberapa tab. Ini menunjukkan bahwa Recall menjadi terikat dengan sistem inti Windows. Akibatnya, banyak pengguna merasa kaget dan kurang suka dengan perubahan ini.

    Meningkatnya penggunaan AI di Windows, seperti Recall, membuat perdebatan seputar privasi pengguna. Banyak kritikus percaya bahwa fitur-fitur tersebut mengorbankan kebebasan dan privasi, meskipun perusahaan berdalih fitur tersebut dapat membantu menemukan file lama.

    Integrasi Recall ke dalam sistem telah menyebabkan beberapa orang membandingkannya dengan kontroversi sebelumnya seputar telemetri Windows 10.

    Dan ada akhirnya, Microsoft perlu menemukan jalan tengah antara fitur AI dan pilihan pengguna jika tak ingin diprotes dalam pembaruan mendatang.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Majukan Bisnis Telco, Ini Pesan Rudiantara ke Kabinet Prabowo





    Next Article



    Cara Mematikan Update Otomatis Windows 11 Sementara dan Permanen



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.