Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Aplikasi Temu Diblokir di RI, Ini Penjelasan Menkominfo
    Insight News

    Alasan Aplikasi Temu Diblokir di RI, Ini Penjelasan Menkominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Oktober 2024Updated:14 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir aplikasi e-commerce asal China, Temu. Keputusan itu dilakukan karena aplikasi dinilai meresahkan.

    Temu jadi bahan pembicaraan sejumlah masyarakat belakangan ini karena konsep bisnisnya. Barang yang dijual di dalamnya berasal dari produsen langsung menuju ke konsumen akhir, membuat harganya sangat murah dibandingkan pasar.

    “Kami men-take down Temu sebagai respons cepat keresahan masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Apalagi, Temu tidak terdaftar sebagai PSE [Penyelenggara Sistem Elektronik],” kata Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi di kantor Kementerian Kominfo.

    Sebagai informasi, pendaftaran PSE wajib dilakukan semua platform yang membuka layanannya di pasar Indonesia.

    Pemblokiran dilakukan pada aplikasi yang tersedia di App Store dan juga Play Store. Budi Arie kembali beralasan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat Indonesia.

    “Kami melakukan pemblokiran Temu baik di App Store maupun Playstore demi melindungi masyarakat, baik konsumen maupun pelaku UMKM,” ujarnya.

    Sebelumnya CNBC Indonesia menemukan aplikasi Temu bisa di-install baik untuk pengguna Android dan iOS. Meski bisa di-download, namun aplikasi itu tidak bisa digunakan di Indonesia.

    Saat ditelusuri, Temu menampilkan barang dengan mata uang asing. Pengiriman ke Tanah Air juga tidak bisa dilakukan karena tidak ada opsi alamat ke Indonesia.

    Sementara itu, isu lain yang berkembang Temu bertemu dengan pihak Bukalapak. Keduanya dikabarkan mendiskusikan rencana akuisisi agar Temu bisa beroperasi di Indonesia, mirip seperti yang dilakukan TikTook Shop dengan Tokopedia.

    Menanggapi kabar tersebut, Budi Arie tidak berkomentar banyak. Hanya mengatakan akan melihat lagi soal kabar tersebut.

    “Oh ya biar aja nanti kita lihat,” kata Budi, ditemui di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Antisipasi Risiko Penyakit Lewat Teknologi AI di Layanan Tes DNA




    Next Article



    Aplikasi Temu Sudah Masuk RI, Menkominfo Janji Blokir Secepatnya



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.