Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mobil Bensin Bisa Tamat Akibat Penemuan Peneliti Korea
    Insight News

    Mobil Bensin Bisa Tamat Akibat Penemuan Peneliti Korea

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Oktober 2024Updated:9 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Mobil yang ditenagai BBM nampaknya bakal tinggal kenangan di masa depan. Mobil listrik dengan segala inovasinya mungkin bisa menggantikannya.

    Salah satunya ditemukan oleh sekelompok peneliti asal Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan. Mereka berhasil membuat mobil listrik yang mampu melaju hingga 1.000 kilometer hanya dalam sekali pengisian baterai.

    Mereka berfokus pada material silikon, yang banyak diteliti untuk pembuatan baterai. Sebab material tersebut sangat banyak di dunia.

    Namun penggunaannya bukan tanpa masalah. Silikon bisa bertambah besar hingga tiga kali saat dicas dan langsung menyusut.

    Penggunaan silikon juga sudah pernah dilakukan oleh penelitian lain. Mereka berusaha membuatnya menjadi partikel nano untuk mengatasi perubahan ukuran bentuk silikon.

    Akan tetapi ini membutuhkan ongkos yang tak murah. Selain itu juga proses yang sangat kompleks.

    Pendekatan berbeda dilakukan oleh peneliti dari Korea Selatan, yakni menggunakan silikon dalam skala mikro. Disebutkan ukurannya lebih mudah dan murah untuk diproduksi dengan densitas energi lebih lega.

    Solusi dari perubahan ukuran silikon juga berhasil ditemukan oleh mereka. Yakni dengan menggunakan gel polimer elektrolit yang akan berubah saat silikon berubah bentuk.

    Gel akan diikat secara kimia dengan radiasi lewat tembakan elektron. Dengan begitu ikatan stabil meski silikon berubah ukuran bentuk.

    Hasil temuan itu juga diklaim setara dengan baterai lithium ion standar dengan densitas energi 40% lebih besar.

    “Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi,” kata Park Soojin dari Pohang University.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: “Sinyal Kuat” Bisnis Menara Telekomunikasi Sambut Era Prabowo




    Next Article



    Taktik Baru BYD Geser Tesla Jadi Raja Mobil Listrik



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.