Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»India Sudah Mau ke Venus, China dan NASA Bisa Kecolongan
    Insight News

    India Sudah Mau ke Venus, China dan NASA Bisa Kecolongan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2024Updated:28 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah India memberi lampu hijau untuk sejumlah misi luar angkasa. Misi dengan alokasi dana senilai US$ 2,7 miliar (Rp 40 triliun) diharapkan mampu membuka jalan bagi Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) hingga 2040.

    Setidaknya ada empat proyek luar angkasa yang disetujui, dua di antaranya, misi mengunjungi Venus dan bikin stasiun luar angkasa.

    Empat proyek utama, yaitu pengembalian sampel bulan dari wahana Chandrayaan-4, mengorbit di Planet Venus, pengembangan modul stasiun luar angkasa pertama, dan pengembangan roket baru bernama Soorya.

    Persetujuan yang diketok palu pada Rabu (18/9) diwakilkan oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Keputusan tersebut disahkan dalam kurun waktu 100 hari sejak masa jabatan ketiga pemerintahan baru.

    Ketua ISRO Dr S Somanath mengatakan, visi dan peta jalan luar angkasa India yang ambisius kini telah diberi sayap untuk terbang lebih tinggi.

    Menurutnya, India tidak dapat menunda dalam memanfaatkan manfaat teknologi luar angkasa untuk masyarakat umum karena teknologi luar angkasa menyentuh kehidupan setiap orang India.

    “Di ISRO, kami akan memastikan bahwa visi planet Perdana Menteri Narendra Modi yang menjanjikan untuk meroketkan India menjadi negara maju atau Viksit Bharat pada 2047 tidak goyah,” ujar Somnath, dikutip dari NDTV, Senin (23/9/2024).

    Eksplorasi ke Venus menjadi target penjelajahan luar angkasa berikutnya setelah Mars. Sebelum India, China juga sudah merencanakan eksplorasi ke Venus yang ditargetkan pada 2026 mendatang. NASA juga memiliki dua misi untuk mejelajahi venus, yakni VERITAS dan DAVINCI. 

    Ambisi India untuk turut sampai ke Venus menandakan negara itu tak kalah saing dengan NASA dan China. Bisa jadi misi India untuk ke Venus akan membawa lebih banyak informasi yang dibutuhkan soal planet tersebut ketimbang yang sudah dibeberkan NASA selama ini.

    Misi eksplorasi luar angkasa India

    Misi pertama India untuk mempelajari planet tetangga Bumi, Venus, dilakukan setelah misi perdana yang sukses ke Mars pada 2013 silam.

    ISRO sekarang akan segera mengembangkan Venus Orbiter Mission (VOM) yang akan menjadi langkah penting menuju visi Pemerintah untuk menjelajahi dan mempelajari Venus, di luar Bulan dan Mars.

    Venus sebagai planet terdekat dengan Bumi diyakini terbentuk dalam kondisi yang mirip dengan planet kita. Venus diprediksi menawarkan kesempatan unik untuk memahami bagaimana lingkungan planet lain dapat berevolusi dengan sangat berbeda.

    VOM yang diselesaikan oleh Departemen Luar Angkasa, direncanakan mengorbitkan wahana ruang angkasa ilmiah di orbit planet Venus untuk mempelajari tentang permukaan dan bawah permukaan Venus, proses atmosfer, dan pengaruh Matahari pada atmosfer Venus.

    Studi tentang transformasi Venus akan menjadi bantuan dalam memahami evolusi planet-planet lainnya.

    Anggaran Pemerintah India untuk ISRO dalam menjalankan misi ke Venus sebesar US$ 147 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun.

    Sedangkan pengembangan wahana ruang angkasanya mencapai US$ 99 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. Peluncuran wahana antariksa tersebut ditargetkan pada Maret 2028.

    Proyek selanjutnya adalah pengembalian sampel Bulan yang dilakukan Chandrayaan-4. Dengan alokasi dana US$ 253 juta atau 3,8 triliun, India akan memanfaatkan dua roket LVM 3 untuk mengambil sampel dari satu-satunya satelit alami Bumi.

    “Misi ini akan memungkinkan India untuk mandiri dalam teknologi dasar yang penting untuk misi berawak, pengembalian sampel bulan, dan analisis ilmiah sampel bulan,” menurut pernyataan pemerintah, dikutip dari Space.

    Kemudian, proyek pengembangan modul luar angkasa berawak bernama Gaganyaan juga termasuk dalam misi yang disetujui pemerintah india. Mereka juga memberikan lampu hijau untuk pengembangan modul pertama stasiun luar angkasa India, yang disebut Stasiun Bharatiya Antariksh, atau BAS.

    Modul pertama stasiun tersebut, BAS-1, akan diluncurkan ke orbit Bumi rendah (LEO) pada bulan Desember 2028 dan seluruh stasiun akan beroperasi pada 2035.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hotel 3D Pertama Berdiri di AS Dibangun dengan Printer Vulcan


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.