Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Uang Tunai dan Elektronik Mulai Ditinggal, Dunia Siapkan Penggantinya
    Insight News

    Uang Tunai dan Elektronik Mulai Ditinggal, Dunia Siapkan Penggantinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 September 2024Updated:22 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Hampir semua negara di seluruh dunia kini menjajaki penggunaan mata uang virtual berbasis teknologi kripto, yang dikenal sebagai central bank digital currency (CBDC).

    Reuters menyatakan bahwa 134 negara yang mewakili 98 persen dari perekonomian dunia mempertimbangkan penerbitan mata uang virtual. Setengah dari 134 negara tersebut sudah memasuki tahap adopsi lanjut. Bahkan China, Bahama, dan Nigeria sudah menggunakan mata uang virtual dalam transaksi sehari-hari.

    Josh Lipsky dan Ananya Kumar, dari lembaga penelitian Amerika Serikat bernama Atlantic Council, menyatakan penggunaan mata uang virtual meningkat pesat di negara-negara yang sudah meluncurkan CBDC yaitu Bahama, Jamaika, dan Nigeria. Transaksi CBDC milik China, yang diberi nama e-CNY, tercatat naik empat kali lipat menjadi US$ 987 miliar. 

    “Ada anggapan di negara yang telah merilis CBDC, tingkat penggunaannya rendah, tetapi dalam beberapa bulan terakhir kami melihat kenaikan signifikan,” kata Lipsky. “Prediksi kami bank sentral China bakal meluncurkan penuh dalam setahun ke depan.”

    Perkembangan besar lain adalah langkah Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral AS untuk ikut serta dalam program CBDC lintas batas negara dengan enam bank sentral lainnya.

    Lipsky menyatakan langkah The Fed adalah terobosan karena selama ini AS adalah salah satu yang paling lambat mengadopsi CBDC karena permasalahan privasi. Pada Mei lalu, kongres AS menerbitkan Undang-Undang yang melarang penggunaan CBDC ritel, mata uang virtual yang bisa digunakan oleh umum.

    Sistem CBDC wholesale, yaitu sistem yang digunakan untuk transaksi antar-bank, kini sudah mencapai 13 proyek. Proyek dengan pertumbuhan terbesar adalah mBridge, yang menghubungkan China, Thailand, Uni Emirat Arab, Hong Kong, dan Arab Saudi. Kabarnya, proyek ini akan terus diperluas ke negara lainnya.

    CBDC juga berkembang di Rusia. Rubel digital kini bisa digunakan di wilayah Moskow dan untuk membeli bensin di SPBU. Bahkan, Iran dikabarkan tengah menyiapkan rial digital.

    “Apapun yang terjadi di Pemilu AS, The Fed sudah ketinggalan bertahun-tahun,” kata Lipsky.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Ada AI, Layanan Rumah Sakit RI Siap Saingi Negeri Jiran




    Next Article



    Menelisik Prospek Cuan di Tengah Momentum Halving Bitcoin



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.