Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mega El Nino Bahaya Baru Bagi Dunia, Bisa Bikin Makhluk Hidup Punah
    Insight News

    Mega El Nino Bahaya Baru Bagi Dunia, Bisa Bikin Makhluk Hidup Punah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 September 2024Updated:15 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Panasnya cuaca akibat Mega El Nino berdampak buruk bagi kesehatan. Efek dari Mega El Nino seringkali dikaitkan dengan peningkatan suhu dan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

    Mega El Nino menciptakan lingkungan yang baik untuk perkembangbiakan nyamuk, yang menyebabkan lebih banyak penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan virus Zika. Nyamuk berkembang biak di lingkungan yang lebih hangat dan basah.

    Selain permasalahan kesehatan, Mega El Nino dianggap sebagai bahaya baru yang dampaknya bisa setara Great Dying, yakni masa lalu kelam ketika makhluk bumi punah massal.

    Melansir CNN Indonesia (15/9), peristiwa buruk yang hanya menyisakan segelintir spesies itu berpotensi terulang di masa sekarang. Para ahli mewanti-wanti bahaya itu dibalut dengan peristiwa El Nino modern.

    Sebuah tim internasional yang dipimpin Ahli Geologi Universitas Geosains Tiongkok, Yadong Sun, membuat simulasi dari ganasnya bencana 250 juta tahun lalu. Letusan gunung api raksasa di wilayah yang saat ini disebut Siberia melenyapkan hampir seluruh spesies di darat dan laut.

    Para ahli mencoba melihat bagaimana pasang surut air laut dan kondisi atmosfer sekarang. Hasilnya, ditemukan sebuah pergeseran zona serupa pada suhu permukaan laut yang tercermin dalam sirkulasi Walker.

    Suhu permukaan di Samudra Pasifik mengirim udara yang hangat dan lembap ke arah timur menuju Amerika Selatan. Di lain sisi, hawa kering menuju arah barat yang membuat Australia dan Indonesia kekeringan.

    “Peristiwa El Nino ini bermasalah, meski hanya berlangsung selama satu tahun atau dua tahun,” tulis laporan Science Alert, dikutip Sabtu (14/9).

    “Perubahan yang sebanding dengan akhir Permian (periode geologi saat terjadi Great Dying) dapat menyebabkan Mega El Nino yang tidak hanya berlangsung lebih lama, tetapi jauh lebih intens,” wanti-wanti para ahli.

    Terlebih, saat ini terjadi perubahan cuaca yang tidak menentu. Banjir dan kekeringan seketika kerap melanda sejumlah negara.

    Jika peristiwa kepunahan massal pada masa lalu menjadi salah satu acuan, ini mengingatkan bahwa semua spesies di bumi punya batasan.

    “Temuan (para ahli) tersebut menempatkan krisis iklim modern ke dalam sudut pandang baru, di mana peristiwa El Nino modern menjadi lebih kuat dan lebih sering, yang berpotensi memengaruhi berbagai ekosistem di seluruh dunia,” tutup laporan tersebut.

    (pgr/pgr)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Syarat RI Bisa Perluas Investasi & Penggunaan Teknologi 5G

    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.