Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos NeutraDC Ungkap Tantangan Data Center di RI, Apa Itu?
    Insight News

    Bos NeutraDC Ungkap Tantangan Data Center di RI, Apa Itu?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2024Updated:15 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – CCO NeutraDC Michael Hu Ge mengungkapkan tantangan data center di Indonesia adalah seberapa cepat bisa memenuhi kebutuhan pasar.

    “Dari segi kapasitas, perspektif, power, dan bagaimana kita bisa membangun data center ini dengan cepat dan juga berkelanjutan dan bisa mendukung bisnis kecerdasan buatan (AI),” ujar Michael di Data Center Industry Dialogue, dikutip Kamis (12/9/2024).

    Michael mengungkapkan perspektif berkelanjutan sangat penting apalagi untuk mendukung bisnis AI yang peluangnya sangat besar. Michael tidak memungkiri ke depan teknologi ini bakal berkembang makin pesat.

    “Untuk bisa mengejarkan salah satu yang harus dipastikan adalah regulasi dan bagaimana pemerintah dan lembaga bisa berkolaborasi demi mendukung bisnis keberlanjutan yang sangat berharga,” tegas Michael.

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menuturkan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan terobosan kebijakan afirmatif yang dapat menumbuhkan iklim investasi, meningkatkan persaingan usaha, dan menjawab kebutuhan publik melalui inovasi industri pusat data.

    “Di sektor pusat data pp 71 tahun 2019 akan diperkuat dan dirancang kominfo,” kata Budi.

    Seperti diketahui, bisnis pusat data diproyeksikan tumbuh mencapai US$ 39,7 miliar secara global, dengan peningkatan per tahun 4,8% pada tahun 2032. Sementara Indonesia memiliki peluang pasar industri data center hingga US$ 3,37 miliar di tahun ini.

    Budi Arie sendiri mengatakan Indonesia bisa belajar dari negara lain yang lebih dulu memiliki ekosistem ini, seperti Malaysia, Vietnam, dan India.

    Salah satu kota yang menjadi pusat investasi pusat data adalah Johor Bahru yang memiliki suplai lebih dari 1,5 gigawatt di tahun 2023. Selain itu, Hanoi, Vietnam menjadi digital hub dengan estimasi pasar data sebesar Rp 19,2 triliun.

    “Sejumlah perusahaan besar global juga sudah mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi di kota yang menjadi pasar pusat data terbesar ke-27 di Asia Pasifik tersebut,” ungkapnya.

    Mirip dengan Malaysia, India juga dipercaya oleh banyak investor pusat data dalam beberapa tahun belakangan ini. Salah satu kota yang diunggulkan adalah Mumbai, yang menjadi pasar pusat data ke-5 terbesar di Asia Pasifik dengan 32 pusat data.

    “Dari ketiga kota tersebut terdapat kesamaan faktor mendukung yang dapat kita jadikan benchmark untuk Indonesia. Misalnya faktor kemudahan dalam proses perizinan, ketersediaan infrastruktur dan energi, serta pemberian inisiatif yang mendukung investasi,” pungkas Budi Arie.

    (rah/rah)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Bos Data Center Ungkap Prospek & Tantangan Bisnis Pusat Data RI




    Next Article



    NeutraDC dan KBRI Singapura Kompak Bahas Kebijakan Perlindungan Data



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.