Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Mendadak Bilang Tetangga RI Fasis, Ini Akar Masalahnya
    Insight News

    Elon Musk Mendadak Bilang Tetangga RI Fasis, Ini Akar Masalahnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 September 2024Updated:13 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk kembali mendulang kontroversi akibat omongannya. Kali ini, ia menyebut pemerintah Australia fasis.

    Hal tersebut menyusul rancangan regulasi di Australia yang mengancam hukuman denda bagi platform media sosial yang gagal mencegah penyebaran misinformasi.

    Diketahui, Musk merupakan pemilik platform X (dulunya Twitter). Selama ini, X menjadi salah satu media sosial yang kerap dikritik karena banyaknya konten misinformasi.

    Apalagi, tim moderasi konten X sudah banyak dipangkas saat platform itu mengumumkan PHK besar-besaran.

    Pemerintah Australia mengumumkan rencana aturan tersebut yang memungkinkan platform internet dikenai denda 5% dari pendapatan global mereka.

    Lebih lanjut, aturan itu mengharuskan platform teknologi mengatur kebijakan konkrit pada platform mereka untuk mencegah penyebaran informasi sesat. Kebijakan konkrit itu perlu disetujui pemerintah.

    Jika penyedia platform tak mematuhi aturan tersebut, pemerintah akan menetapkan denda.

    Musk yang selama ini mengklaim sebagai sosok pembela kebebasan berpendapat merespons aturan pemerintah Australia yang diunggah netizen di X. Ia hanya menyebut satu kata, yakni “fasis”.

    Juru bicara Kementerian Komunikasi Michelle Rowland menegaskan semua platform yang beroperasi di Australia wajib mengikuti aturan yang berlaku di negara itu.

    “Aturan ini meningkatkan transparansi dan tanggung jawab platform ke pengguna dan masyarakat Australia,” kata Rowland, dikutip dari Reuters, Jumat (13/9/2024).

    Menteri Layanan Pemerintah Australia, Bill Shorten, menyebut Musk memberlakukan standar ganda pada konsep kebebasan berpendapat.

    “Musk memiliki lebih banyak posisi pada kebebasan berpendapat ketimbang Kama Sutra. Saat dikaitkan dengan kepentingan bisnis, ia adalah pembela kebebasan berpendapat. Namun, ketika ia tak suka, Musk bisa serta merta membungkam pihak tertentu,” kata Shorten.

    Ini bukan kali pertama Musk terlibat pertengkaran dengan pemerintah Australia. Pada April lalu, X diadili karena menentang perintah regulator siber untuk menghapus beberapa postingan di X terkait penikaman seorang uskup di Sydney.

    Perdana Menteri Anthony Albanese bahkan menyebut Musk sebagai “miliarder yang sombong”.

    Regulator kemudian mencabut tuntutan melawan X setelah ada pertentangan dengan pengadilan federal. X akhirnya memblokir pengguna Australia dari postingan tersebut, namun menolak menghapus konten-konten itu secara global.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Terungkap! Sebab Bisnis & Adopsi Teknologi 5G RI Masih Loyo





    Next Article



    Starlink Siap Luncurkan Internet untuk HP, Begini Respons Operator RI



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.