Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pemilik TikTok Dapat Duit Rp 147 Triliun, Ternyata Ini Alasannya
    Insight News

    Pemilik TikTok Dapat Duit Rp 147 Triliun, Ternyata Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 September 2024Updated:4 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – ByteDance, perusahaan induk TikTok, dikabarkan meraih dana segar senilai US$ 9,5 miliar (Rp 147 triliun). Dana tersebut berasal dari pinjaman dari sederet bank raksasa, termasuk Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan.

    Reuters menyatakan bahwa paket pinjaman untuk ByteDance bakal menjadi fasilitas kredit dalam dolar AS yang paling besar di wilayah Asia. Tenor pinjaman adalan 3 tahun yang bisa diperpanjang hingga 5 tahun.

    ByteDance mengambil pinjaman jumbo setelah melaporkan kinerja keuangan yang ciamik pada 2023. Tahun lalu, ByteDance dikabarkan melaporkan kenaikan laba 50% menjadi US$ 40 miliar (Rp 621 triliun).

    Kinerja ByteDance bahkan berhasil melampaui raksasa teknologi China lainnya seperti Alibaba dan Tencent.

    Perusahaan asal China tersebut bisa mendongkrak laba di tengah ancaman penutupan TikTok di Amerika Serikat. Pemerintah dan kongres AS pada April menerbitkan undang-undang yang isinya mewajibkan TikTok dijual ke entitas non-China paling lambat pada Februari 2025.

    Reuters melaporkan ByteDance tidak berniat untuk menjual TikTok dan rela membiarkan aplikasi video pendek itu diblokir di AS daripada harus menyerahkan algoritma TikTok ke pihak lain.

    Namun, permasalahan di AS tidak membuat kreditur enggan mengucurkan dana ke ByteDance. Alasannya, China masih menjadi sumber pendapatan terbesar ByteDance lewat aplikasi kembaran TikTok yang diberi nama Douyin.

    ByteDance menerima lonjakan pendapatan dari ekspansi Douyin ke sektor ecommerce. Fitur jualan lewat live streaming yang disediakan oleh Douyin, yang menyerupai TikTok Shop, berhasil menciptakan pasar baru di industri perdagangan online.

    “Douying kini menguasai pangsa pasar yang sangat besar di industri ecommerce China lewat fitur live streamingnya. Kami percaya dengan prospek masa depannya karena platform ini sangat populer untuk pengguna di segala usia, termasuk menjadi tempat kelompok lansia mencari pertemanan,” kata salah seorang bankir di China yang dikutip oleh IFR.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Induk Tiktok ByteDance Dikabarkan Mau PHK Karyawan Tokopedia




    Next Article



    China Tertekan, TikTok Diwajibkan Lepas ke Tangan AS



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.