Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Korban Kasus Deepfake, Setop CCTV Google 24 Jam Pakai Cara Ini
    Insight News

    Banyak Korban Kasus Deepfake, Setop CCTV Google 24 Jam Pakai Cara Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2024Updated:31 Agustus 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    • Cegah Pantauan Google
    • Cari data soal Anda di Google

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengguna Google dihadapi dengan beberapa bahaya. Diantaranya, kasus deepfake dan pemantauan aktivitas pengguna oleh sistemnya. Google mulai bertindak soal banyaknya deepfake yang tersebar di platformnya. Terbaru, raksasa teknologi tersebut meluncurkan fitur keamanan online untuk mencegah penyebaran lebih luas.

    Fitur akan memudahkan penghapusan video deepfake eksplisit dari Search. Video akan dicegah muncul dalam urutan teratas hasil penelusuran.

    Setelah berhasil meminta penghapusan konten, sistem Google akan menyaring semua hasil eksplisit pada Search. Konten yang dihapus akan menyaring semua hasil yang serupa dan menghapus gambar duplikat apapun.

    Manajer Produk Google Emma Higham menjelaskan konsep yang sama berhasil mengatasi gambar non-konsensual lain. Upaya dilakukan dengan tujuan membuat pengguna bisa lebih tenang soal konten video palsu.

    “Perlindungan ini telah terbukti berhasil mengatasi jenis gambar non-konsensual lain, dan kami membangun kemampuan yang sama pada gambar eksplisit palsu,” kata Higham, dikutip dari The Verge, Sabtu (31/8/2024).

    “Upaya dirancang untuk memberikan ketenangan pikiran pada masyarakat, khususnya jika mereka khawatir dengan konten serupa yang akan bermunculan di masa depan,” imbuhnya.

    Upaya lain adalah menyesuaikan kueri Search. Dengan begitu akan menangani kueri berisiko lebih tinggi menampilkan konten palsu yang eksplisit lebih baik.

    Dalam pembaruan sebelumnya, Google menjelaskan mengurangi paparan pada gambar eksplisit khusus mencari konten deepfake mencapai lebih dari 70%. Perusahaan juga telah berusaha membedakan konten eksplisit nyata dan palsu.

    Video deepfake banyak tersebar. Dengan banyak korbannya adalah banyak tokoh dunia, termasuk presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris.

    Sebelumnya, beredar deepfake Joko Widodo tengah berpidato dengan bahasa Mandarin. Banyak orang yang tertipu, bahkan dari kelas terpelajar, menurut pengakuan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria.

    Calon presiden AS dari Demokrat, Kamala Harris, juga kena serangan deepfake. Tersebar konten yang meniru suaranya dan seakan-akan menghina Presiden AS Joe Biden. Bahkan, deepfake tersebut turut dipopulerkan oleh miliarder Elon Musk.

    Banyak pihak yang sudah menyuarakan kekhawatiran soal deepfake, terutama di masa pemilu. Pasalnya, deepfake yang berisi informasi sesat dapat menggiring opini publik, serta menyebabkan polarisasi dan intoleransi.

    Cegah Pantauan Google

    Namun, di sisi lain, raksasa teknologi Google ternyata juga mengawasi para penggunanya setiap waktu. Salah satu kemungkinannya adalah kemunculan konten iklan sesuai dengan preferensi pengguna.

    Pelacakan Google itu dilaporkan tetap bisa dilakukan. Praktik masih berjalan meski pengguna telah mematikan riwayat lokasi pada layanan Google. Lalu bagaimana cara menghentikannya?

    Anda dapat menghentikannya, berikut caranya seperti dikutip Cnet, Sabtu (31/8/2024):

    1. Buka laman Google.com baik dari browser desktop atau mobile.

    2. Masuk ke akun Google.

    3. Masuk ke menu Manage your Google Account.

    4. Berikutnya di menu Privacy & Personalization, pilih Manage your Data & Personalization.

    5. Menu Activity Controls akan terlihat, selanjutnya masuk ke Manage your Activity Controls.

    6. Selanjutnya akan terlihat boks Web & App Activity, geser toggle untuk mematikannya.

    7. Google akan menampilkan pemberitahuan memastikan pengguna paham dengan apa yang dilakukan dengan menonaktifkan pengaturan. Pilih Pause.

    Pengguna tidak akan melihat iklan dan rekomendasi yang relevan. Namun perlu ingat, data yang tersimpan tidak akan hilang.

    Cara ini untuk menyimpan informasi setelah cara tersebut dilakukan. Bukan berlaku untuk data yang disimpan sebelumnya.

    Cari data soal Anda di Google

    Beberapa produk atau layanan Google seperti Gmail, Google Search dan ponsel Android mengumpulkan data soal Anda. Ada beberapa data yang dikumpulkan jika kamu menggunakan platform tersebut. Menurut laporan CNBC Internasional, berikut beberapa data yang dikumpulkan perusahaan.

    Nama, jenis kelamin dan tanggal lahir
    Nomor ponsel pribadi
    pencarian di Google
    Situs yang dikunjungi
    Apa yang disukai pengguna mulai olahraga hingga makan-minuman kesukaan
    Tempat kerja
    Tempat tinggal
    Video yang ditonton
    Kamu bisa mengetahui data pribadi apa saja yang dikumpulkan Google. Simak caranya berikut ini:

    Jenis Iklan yang Diminati

    Masuk ke akun Google, lalu klik Manage Ads Settings. Cara ini untuk mengetahui topik iklan yang kamu sukai menurut Google. Di dalamnya akan tertera data seperti jenis kelamin, umur dan iklan apa yang pernah diblokir.

    Tempat yang Pernah Dikunjungi

    Google Locations History Page akan menunjukkan lokasi mana saja yang pernah pengguna kunjungi. Data ini tersimpan di dalam platform Google Maps.

    Aktivitas Youtube

    Kamu juga bisa melihat aktivitas yang dilakukan di dalam Youtube. Caranya bisa mengakses lewat fitur Search dan juga Youtube Watch.

    (dce/dce)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Malaysia Diserbu Raksasa Teknologi Asing, RI Malah Kena ‘PHP’




    Next Article



    Segera Hapus Jejak Digital Agar Tak Menyesal, Ini Cara dan Langkahnya



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.