Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat Paspor Makin Dekat, Tetangga RI dan Arab Punya Penggantinya
    Insight News

    Kiamat Paspor Makin Dekat, Tetangga RI dan Arab Punya Penggantinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2024Updated:23 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Abu Dhabi akan menerapkan sepenuhnya sistem biometrik di Bandara Internasional Zayed. Sistem ini termasuk dalam Proyek Smart Travel yang akan melibatkan sensor biometrik di setiap pos pemeriksaan identifikasi bandara pada tahun 2025.

    Program Bandara Internasional Zayed merupakan kemitraan dengan pemerintah setempat. Otoritas Federal untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai, & Keamanan Pelabuhan Uni Emirat Arab mengumpulkan biometrik dari setiap pendatang yang tiba di UEA untuk pertama kalinya.

    Mengutip dari CNBC Internasional, Jumat (23/8/2024), pihak bandara kemudian menggunakan basis data tersebut untuk memverifikasi penumpang yang melewati pos pemeriksaan.

    Otoritas bandara tidak menanggapi permintaan komentar tentang rencana ini.

    Saeed Saif Al Khaili, Direktur Jenderal Otoritas Federal untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai, dan Keamanan Pelabuhan Uni Emirat Arab, mengatakan dalam siaran pers baru-baru ini bahwa proyek Perjalanan Cerdas Biometrik bertujuan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan di Bandara Internasional Zayed dari tepi jalan hingga gerbang, dengan memastikan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi.

    Para pakar keamanan bandara dan perjalanan menyambut baik ‘kiamat’ paspor tersebut.

    “Mereka dengan berani melangkah maju dalam mengadopsi pengenalan wajah sebagai sarana untuk memasukkan pelancong ke dalam sistem mereka, dan saya memuji mereka karena melakukannya,” kata Sheldon Jacobson, seorang profesor teknik dan ilmu komputer di University of Illinois.

    “Apa yang mereka lakukan di Abu Dhabi hanyalah permulaan, tetapi harus dimulai dari suatu tempat,” imbuhnya.

    Menurutnya sistem pengenalan wajah adalah masa depan. Penerapan sistem ini menjadi langkah cerdas bagi keamanan bandara dan berfokus pada orang daripada barang bawaan mereka.

    Miliarder Elon Musk juga memuji inovasi Zayed. Ia berkomentar di akun X (dulunya Twitter) sebagai tanggapan terhadap video yang menunjukkan seorang pelancong yang dengan cepat melakukan check-in di bandara Abu Dhabi yang perlu “dikejar” oleh AS.

    “Komentar Musk mendekati angan-angan,” kata Irina Tsukerman, seorang pengacara keamanan nasional dan peneliti di Arabian Peninsula Institute.

    Ia mencatat bahwa masalah privasi dan biaya kemungkinan akan menghalangi penerapan pengalaman biometrik di bandara AS secara menyeluruh.

    Sistem biometrik dapat berhasil di Abu Dhabi karena UEA adalah negara monarki kecil yang kaya dengan tingkat kepercayaan penduduk yang tinggi terhadap pemerintah dan sumber daya yang cukup untuk inovasi teknis. Hal yang sama tidak akan tersedia di AS.

    “Transisi ke otomatisasi penuh untuk semua pelancong yang memenuhi syarat akan memakan waktu, berat, mahal, dan menghadapi penolakan dari serikat pekerja bandara.” kata dia.

    Masuk tanpa paspor di Singapura

    Turis yang datang dan pergi dari di Bandara Changi juga dapat melewati imigrasi tanpa perlu menunjukkan paspor. Mulai 5 Agustus, Singapura dapat melewati jalur otomatis tertentu di Terminal 3 hanya dengan menggunakan biometrik wajah dan iris.

    Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura mengatakan, ini adalah bagian dari uji coba sistem izin baru tanpa paspor yang akan diluncurkan secara bertahap di semua terminal di Bandara Changi pada akhir September, dan di Marina Bay Cruise Centre pada Desember.




    Changi Imigration. (CNBC.com)

    “Proses pengurusan seperti ini mengurangi waktu yang dibutuhkan pelancong untuk melewati imigrasi hingga 40 persen,” kata ICA, dikutip dari CNA, Jumat (9/8/2024).

    Prakarsa tersebut merupakan bagian dari rencana ICA untuk digitalisasi imigrasi, guna meningkatkan pengalaman setiap turis dan memperkuat keamanan perbatasan.

    ICA menambahkan bahwa sistem pemeriksaan kode QR di pos pemeriksaan darat Singapura dengan Malaysia juga akan diperluas untuk pengendara sepeda motor pada bulan depan.

    Sistem ini telah diperkenalkan untuk mobil pada 19 Maret tahun ini, sebelum diperluas untuk pengemudi bus pada 15 April.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Kesiapan IKN, Telkomsel Hadirkan 5G Standalone

    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.