Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Dipalak Habis-habisan, Xi Jinping Ngamuk
    Insight News

    China Dipalak Habis-habisan, Xi Jinping Ngamuk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Agustus 2024Updated:22 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Uni Eropa (UE) mengumumkan penurunan pajak tambahan (extra tarrif) bagi perusahaan mobil listrik (EV) yang unitnya diproduksi di China, termasuk Tesla.

    Pajak tambahan itu diberlakukan Uni Eropa sebagai upaya melindungi produsen lokal. Kawasan tersebut menilai pemerintah China memberikan subsidi yang merusak harga pasar.

    Meski pajak tambahan sudah diturunkan bagi Tesla, BYD, Geely, dan SAIC, namun pemerintahan Xi Jinping tetap mengecam pemberlakuan pajak tambahan di luar pajak standar impor EV sebesar 10%.

    Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan penyelidikan Uni Eropa terhadap kebijakan subsidi China untuk industri EV tak berdasar.

    Blok Eropa dinilai mempromosikan kompetisi pasar yang tak adil, dikutip dari CNBC International, Kamis (22/8/2024).

    “China akan mengambil berbagai langkah untuk melawan hak-hak kami dan kepentingan perusahaan-perusahaan China,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan.

    Pekan ini, Komisi Eropa yang merupakan lembaga eksekutif Uni Eropa mengumumkan penurunan pajak tambahan bagi beberapa manufaktur EV yang mengimpor produknya ke Eropa dari China.

    Pajak tambahan bagi Tesla ditetapkan menjadi 9% dari yang sebelumnya 20,8%.

    Kebijakan pajak tambahan ini pertama kali diumumkan Uni Eropa pada Juni lalu. Menanggapi hal tersebut, pemerintah China dan industri EV China mengatakan pihaknya memiliki dokumen hukum dan bukti-bukti material untuk menentang keputusan Uni Eropa.

    “Dokumen-dokumen ini memiliki bukti bahwa praktik Uni Eropa tak beralasan,” kata Kementerian Perdagangan.

    “Pajak tambahan akan mengganggu stabilitas pasokan industri EV termasuk di Eropa,” lembaga tersebut melanjutkan.

    Pemerintahan Xi Jinping lantang mengatakan akan menentang kebijakan Uni Eropa sekuat tenaga.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya




    Next Article



    Teknologi Baru Tesla Bukti Mobil Listrik China Masih Ketinggalan



    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.