Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Punya Bisnis Tak Jelas, Pencipta ChatGPT Disorot di 14 Negara
    Insight News

    Punya Bisnis Tak Jelas, Pencipta ChatGPT Disorot di 14 Negara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Agustus 2024Updated:21 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO OpenAI, perusahaan pencipta ChatGPT, sedang “dikejar-kejar” oleh pemerintah di 14 negara. Alasannya, perusahaan kripto miliknya mengumpulkan data bola mata penduduk 14 negara tersebut tanpa jelas tujuannya.

    Laporan Wall Street Journal menyatakan bahwa Sam Altman kini menghadapi permasalahan terkait Worldcoin. Proyek yang digadang-gadang sebagai gerakan bertujuan mulia ini, dicurigai justru mengeksploitasi warga berbagai negara di penjuru dunia.

    Altman mengklaim Worldcoin sebagai bisnis yang menggabungkan teknologi kripto dan biometrik untuk memberikan pendapatan setara upah minimum. 

    Skema yang didorong Worldcoin adalah para warga menyerahkan data iris bola mata mereka lewat pemindaian dengan perangkat berbentuk bola metal. Setelah melakukan pemindaian, mereka akan diberikan 25 unit aset kripto yang dikelola oleh Worldcoin.

    Data iris yang dikumpulkan oleh Worldcoin dijadikan identitas unik tiap manusia yang disimpan di blockchain buatan perusahaan. Skema yang tidak jelas ini membuat pemerintah 14 negara curiga.

    Berdasarkan laporan dari WSJ dan Rest of World, pemerintah yang sedang menyelidiki Worldcoin tersebar di tiga benua termasuk, Prancis, Inggris, Korea Selatan, dan Cile.

    Dalam wawancara dengan WSJ, Chief Privacy Officer Worldcoin yang bernama Damian Kieran menyatakan rasa tidak percaya adalah tanda bahwa perusahaannya harus bekerja keras lebih dekat dengan regulator.

    Namun, Worldcoin tidak pernah menjelaskan tujuan dan model bisnis mereka kepada regulator. Satu-satunya komitmen yang mereka berikan kepada pemerintah adalah untuk tidak menyertakan penduduk di bawah umur.

    Nyaris di semua negara, aset kripto Worldcoin sekarang dilarang beredar. Satu-satunya negara yang mengizinkan penggunaan aset kripto Worldcoin adalah Kenya.

    Di Argentina, Worldcoin dikenai denda US$ 200 ribu karena dinilai menerapkan poin yang berlebihan di syarat dan ketentuan penggunaan.

    Worldcoin juga tidak pernah secara resmi merilis aset kripto mereka di Amerika Serikat.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Legrand Ungkap Dukungan Untuk Optimalkan Bisnis Data Center RI





    Next Article



    Pencipta ChatGPT Dipecat Lagi dari Startup Sendiri, Ini Alasannya



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.