Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Boikot Israel Berhasil, Warga RI Ramai-Ramai Setop Langganan Disney+
    Insight News

    Boikot Israel Berhasil, Warga RI Ramai-Ramai Setop Langganan Disney+

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Agustus 2024Updated:19 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Porsi penonton platform streaming video Indonesia yang berlangganan Disney+ Hotstar merosot. Penurunan pangsa pasar platform yang mengandalkan seri Marvel dan Star Wars diperkirakan akibat dukungan Disney atas Israel.

    Berdasarkan survei Tren Mobile Entertainment & Media Sosial 2024 oleh Jakpat terhadap 2.434 responden pada semester I/2024, sekitar 41% warga RI adalah pengguna platform streaming untuk menonton film dan serial.

    Platform streaming pilihan utama warga RI adalah Netflix. Sekitar 65% dari pengguna platform streaming di Indonesia mengaku berlangganan Netflix, diikuti oleh 29% yang mengaku berlangganan Vidio.

    Jumlah pengguna streaming yang mengaku berlangganan Netflix naik dari 52% pada semester I/2023. Di sisi lain, pengguna yang mengaku berlangganan Disney+ Hotstar merosot dari 34% ke 24% sehingga Disney+ Hotstar harus merelakan posisinya sebagai runner-up ke Vidio.

    Berdasarkan siaran pers yang diterima CNBC Indonesia dari Jakpat, salah satu penyebab turunnya jumlah pelanggan Disney+ Hostar di Indonesia adalah aksi boikot terhadap merek pendukung genosida Israel terhadap penduduk Palestina di Gaza.

    Disney+ Hostars adalah bagian dari konglomerasi The Walt Disney Company yang memberikan donasi ke Israel sebanyak Rp31 miliar pada 2023.

    Head of Research Jakpat, Aska Primardi, mengungkapkan bahwa platform OTT masih diminati oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

    Menurutnya, Netflix menjalankan strategi marketing yang pas di semester I/2024 dengan cara menumbuhkan dan mengembangkan konten lokal, seperti film 24 Jam Bersama Gaspar, film Monster, dan serial Nightmares and Daydreams.

    “Tidak mengherankan jika Netflix tetap menjadi nomor 1, dan diikuti oleh Vidio yang sebelumnya juga sudah mengembangkan konten lokal. Sayangnya, langkah ini tidak diikuti Disney+ Hotstar, yang menjadi salah satu penyebab posisinya menurun saat ini,” tutur Aska.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Cuan Bisnis Marketplace Konten Digital Kala Daya Beli Mulai “Loyo”


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.