Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»16 Serangga yang Boleh Dimakan di Singapura, Ini Alasan Ilmiahnya
    Insight News

    16 Serangga yang Boleh Dimakan di Singapura, Ini Alasan Ilmiahnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2024Updated:12 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Singapura telah menyetujui 16 spesies serangga yang aman untuk dikonsumsi manusia.

    Hewan-hewan yang dinilai layak menurut Badan Pangan Singapura (SFA) termasuk jangkrik, larva, larva ngengat, dan satu spesies lebah madu.

    SFA mengatakan bahwa mereka mengambil keputusan ini karena industri serangga masih “baru lahir dan serangga merupakan makanan baru di sini”.

    Singapura telah menyetujui 16 spesies serangga, dalam berbagai tahap pertumbuhan. Pada tahap dewasa terdapat empat jangkrik, dua belalang, satu belalang sembah, dan satu lebah madu.

    Pada tahap larva terdapat tiga jenis ulat Hong Kong, satu larva putih, dan satu larva kumbang badak raksasa, serta dua spesies ngengat.

    Ngengat ulat sutra dan ulat sutra (tahap berbeda dari spesies yang sama) dapat dimakan, menurut pedoman yang dirilis SFA, dikutip dari The Guardian, Kamis (11/7/2024).

    Keputusan ini diambil karena Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) terus mempromosikan konsumsi serangga sebagai cara yang ramah lingkungan untuk mendapatkan protein dalam makanan, baik bagi manusia maupun hewan ternak.

    “Sungguh menakjubkan melihat bahwa mereka kini memiliki daftar spesies yang sangat banyak yang telah disetujui untuk dikonsumsi manusia,” kata Skye Blackburn, seorang entomolog dan ilmuwan pangan Australia yang mengadvokasi konsumsi serangga dan menjual produk berbasis serangga.

    “Ini benar-benar menunjukkan bahwa Singapura sedikit lebih terbuka terhadap serangga yang dapat dimakan,” imbuhnya.

    Rantai restoran Singapura bernama House of Seafood kini bersiap untuk menyajikan 30 hidangan berbahan dasar serangga.

    Menurut laporan Straits Times, menu yang dihidangkan termasuk sushi yang diberi hiasan ulat sutra dan jangkrik, kepiting telur asin dengan cacing super, dan Minty Meatball Mayhem, bakso yang diberi hiasan cacing.

    Di antara produk serangga yang menurut pihak berwenang Singapura dapat diimpor adalah minyak serangga, pasta mentah dengan serangga sebagai bahan tambahan, coklat dan kembang gula lainnya yang mengandung tidak lebih dari 20% serangga, larva lebah yang diasinkan, diasapi, dan dikeringkan, larva kumbang yang diasinkan, dan pupa ulat sutra.

    Blackburn mengatakan, salah satu hal yang menggembirakan tentang daftar Singapura adalah daftar tersebut mencakup spesies yang belum dibudidayakan secara komersial untuk dikonsumsi, termasuk lebah madu Eropa dan larva kumbang badak raksasa.

    Serangga sendiri sudah dimakan di 128 negara. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, menemukan sebanyak 2.205 spesies dimakan di seluruh dunia. Sebagian besar spesies ini berada di negara-negara Asia, diikuti oleh Meksiko, dan negara-negara Afrika.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kejar Investasi Data Center, Benar Indonesia Kalah Dari Malaysia?




    Next Article



    Video: Singapura Investasi Rp 11Triliun Kembangkan AI, RI Gimana?



    (fab/fab)

    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.