Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Terbaru Kiamat Makin Dekat, Kebakaran Dekat Kutub Utara
    Insight News

    Tanda Terbaru Kiamat Makin Dekat, Kebakaran Dekat Kutub Utara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Juli 2024Updated:4 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kebakaran hutan kembali melanda Arktik, sebuah wilayah di sekitar Kutub Utara Bumi. Menurut laporan pemantau perubahan iklim Uni Eropa, Copernicus, ini menjadi kebakaran besar yang terjadi ketiga kalinya dalam lima tahun terakhir.

    Menurut perkiraan dari temuan Copernicus, emisi karbon dari kebakaran hutan sepanjang Juni merupakan yang tertinggi ketiga selama dua dekade terakhir, yaitu sebesar 6,8 mega ton karbon.

    Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (27/6), Copernicus melaporkan suhu udara yang lebih tinggi dan kondisi yang lebih kering di Sakha, Rusia, menjadikan kondisi ideal untuk kebakaran hutan begitu terjadi percikan api.

    Dikutip oleh kantor berita Rusia Tass, Wakil Menteri Ekologi, Pengelolaan dan Kehutanan di wilayah tersebut mengatakan, lebih dari 160 kebakaran hutan berdampak hampir pada 460.000 hektare lahan hingga 24 Juni.

    Para ilmuwan khawatir asap dari api akan menghalangi es Arktik untuk memantulkan radiasi matahari, yang berarti daratan dan lautan menyerap lebih banyak panas.

    Profesor Gail Whiteman dari Universitas Exeter mengatakan bahwa kawasan Arktik adalah “titik nol perubahan iklim”.

    “Meningkatnya kebakaran hutan di Siberia merupakan tanda peringatan yang jelas bahwa sistem penting ini sedang mendekati titik kritis iklim yang berbahaya,” katanya, dikutip dari BBC, Rabu (3/7/2024).

    “Apa yang terjadi di Arktik tidak hanya berhenti di situ saja,” tambahnya, seraya menambahkan bahwa kebakaran ini adalah peringatan untuk melakukan tindakan segera.

    Prof Guillermo Rein, Profesor Ilmu Kebakaran, Imperial College London, menyebut kebakaran ini sebagai ‘monster’ perubahan iklim yang makin besar.

    “Satu dekade yang lalu, kebakaran hutan di Arktik dianggap sebagai peristiwa langka dan hampir tidak pernah diteliti. Sekarang hal ini terjadi di semua sesi musim panas dan semakin meningkatnya bekas luka bakar,” ujarnya.

    Ketika perubahan iklim meningkatkan suhu Arktik, kebakaran hutan bergeser ke utara dan membakar hutan boreal dan tundra dan melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca dari tanah organik yang kaya karbon.

    Mark Parrington, ilmuwan senior di CAMS, mengatakan kondisi yang menyebabkan terjadinya kebakaran saat ini serupa dengan yang terjadi pada kebakaran tahun 2019 dan 2020.

    Pada tahun 2021, kebakaran hutan juga melanda Sakha tetapi intensitasnya tidak sehebat kebakaran tahun 2020 dan 2019.

    Di satu sisi, es laut di Arktik telah menyusut dengan cepat sejak tahun 1980an.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Optimalisasi AI Telkomsel Untuk Tingkatkan Customer Experience





    Next Article



    Banyak Tanda Kiamat Sudah Dekat, Simak 10 Cara Supaya Selamat



    (dem/dem)

    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.