Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mobil China Dijegal Eropa, Pasukan Xi Jinping Langsung Bertindak
    Insight News

    Mobil China Dijegal Eropa, Pasukan Xi Jinping Langsung Bertindak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juni 2024Updated:27 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Uni Eropa berupaya ‘menjegal’ penjualan mobil listrik China di kawasannya dengan mengenakan tarif tambahan impor sebesar 38,1%. Rencananya, kenaikan tarif itu akan berlaku pada 4 Juli 2024 mendatang.

    Tarif tambahan tersebut jauh lebih tinggi dari standar tarif sebesar 10% yang berlaku untuk impor mobil listrik di kawasan Eropa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pemerintahan Xi Jinping langsung bertindak menanggapi penjegalan tersebut. Menteri Perdagangan China Wang Wentao meminta diskusi kembali kepada otoritas Uni Eropa.

    Wang dan VP Komisi Eropa Valdis Dombrovskis sepakat untuk memulai diskusi terkait investigasi subsidi impor mobil listrik China di Uni Eropa. Hal tersebut diketahui dari pernyataan resmi Beijing pada Sabtu pekan lalu.

    China berharap Komisi Eropa mengubah keputusan tarifnya pada 4 Juli mendatang, dengan mengikuti aturan yang berlaku dari Lembaga Perdagangan Dunia (WTO).

    Jika diskusi tak berhasil menemui titik tengah, maka pemberlakuan tarif tambahan sebesar 38,1% akan tetap berlangsung mulai 4 Juli 2024.

    Membatalkan keputusan tarif terhadap kendaraan listrik China akan menguntungkan kedua belah pihak, menurut laporan Global Times, mengutip opini pengamat.

    Sebab, kerja sama ekonomi perdagangan antara China dan Uni Eropa sangat besar. Artinya, kedua negara saling bergantung satu sama lain, sehingga perlu mekanisme perdagangan yang sama-sama menguntungkan.

    China sebelumnya blak-blakan menentang pemberlakuan tarif tambahan. China menuduh aturan tersebut menentang ketentuan WTO dan sifatnya sengaja menjegal bisnis China.

    Kepada CNBC International, pejabat China mengatakan rencana penambahan tarif untuk mobil listrik China bersifat sangat spesifik untuk memperlambat perdagangan China dan tidak kredibel.



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.