Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sudah Divaksin & Booster Kena Omicron? Bisa! Ini Gejalanya
    Insight News

    Sudah Divaksin & Booster Kena Omicron? Bisa! Ini Gejalanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Februari 2022Updated:5 Februari 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Varian omicron juga bisa menyerang masyarakat yang sudah divaksinasi bahkan mendapatkan dosis booster. Namun mereka akan punya gejala yang berbeda dibandingkan orang terinfeksi namun belum divaksinasi.

    Selain itu dua kelompok tersebut akan mengalami tingkat keparahan yang berbeda juga dengan mereka yang tidak mendapatkan vaksinasi.

    Ini sejumlah gejala yang bakal timbul pada orang yang terinfeksi dan sudah divaksinasi serta booster, dirangkum dalam laman Best Life, Kamis (3/2/2022):

    Pilek

    Maya Clark-Cutaia, profesor dari New York University Meyers College of Nursing, menjelaskan orang dengan omicron namun sudah divaksin akan bergejala sakit kepala, nyeri, dan demam.

    “Seperti pilek yang parah,” jelas Clark-Cutaia.

    Sebaliknya gejala berbeda ditemukan pada orang yang belum divaksinasi. Mulai dari sesak napas, batuk, dan gejala mirip flu.

    Craig Spencer, Direktur Kesehatan Global Pengobatan Darurat di New York-Presbyterian dan Pusat Medis Universitas Columbia, mengatakan mereka yang terinfeksi dan telah di-booster akan merasakan sakit tenggorokan. Bagi orang yang menerima vaksin lengkap memiliki gejala kelelahan dan batuk, namun tidak ada sesak napas.

    Tidak Demam dan Kehilangan Bau serta Rasa

    Ada gejala yang kurang umum ditemui pada pasien Covid-19 Omicron. Yakni kehilangan indera perasa dan bau serta demam.

    Kepala Bagian Penyakit Menular di Penn Presbyterian Medical Center, Judith O’Donnel menjelaskan tidak banyak gejala demam yang ditemui pada orang yang terinfeksi dan booster. Gejala yang mungkin ada adalah pilek.

    “Orang yang divaksinasi punya gejala pilek, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, namun tidak demam. Jika Anda divaksinasi dan di-booster dan itu adalah gejala yang dialami, mungkin terkena Covid-19,” jelasnya.

    Tingkat Keparahan yang Berbeda

    Menurut Spesialis Penyakit Menular University of California, Peter Ching-Hong, orang yang telah divaksinasi dan booster mungkin tidak bergejala terlalu parah. Waktu sakit bagi mereka juga jauh lebih singkat.

    Sementara bagi orang yang tidak divaksinasi akan mengalami gejala dalam lima hari atau lebih. Mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin akan bergejala 1-2 hari.

    Perawatan di Rumah Sakit

    Risiko orang yang tidak divaksinasi Covid-19 adalah dirawat di rumah sakit. Tim ilmuwan Case Western Reserve University mengatakan risiko pada Omicron di Amerika Serikat (AS) diketahui setengah dari Delta, kemungkinan ini terutama pada orang yang belum divaksinasi.

    Daniel Griffin selaku spesialis penyakit menular di ProHealth New York mengatakan orang yang tidak divaksin akan punya penyakit lebih sistemik seperti pneumonia saat terinfeksi varian Omicron. Dia juga menambahkan belum menemukan pasien di rumah sakit namun sudah mendapatkan dosis booster.

    “Faktanya saya belum merawat orang yang di-booster di rumah sakit saat ini dengan Covid-19, menunjukkan mereka adalah pasien rawat jalan dan sembuh di rumah,” kata Griffin.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.