Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kota Amerika Larang HP di Sekolah, Alasannya Bikin Ngeri
    Insight News

    Kota Amerika Larang HP di Sekolah, Alasannya Bikin Ngeri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juni 2024Updated:20 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Dewan pendidikan di distrik sekolah Los Angeles, Amerika Serikat, sepakat untuk melarang murid membawa HP. Los Angeles bakal menjadi kota pertama yang melarang smartphone di lingkungan sekolah. 

    Setelah pemungutan suara yang berakhir 5-2, dewan pendidikan di LA memerintahkan pengelola sekolah untuk menyusun aturan larangan penggunaan HP dan media sosial oleh siswa di lingkungan sekolah. Kebijakan ini berlaku mulai Januari 2025.

    Dewan pendidikan LA mengelola distrik sekolah nomor dua terbesar di AS. Mereka bertanggung jawab atas proses belajar sekitar 492.000 siswa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saya pikir kami menjadi pelopor di sini, agar murid, seluruh kota dan negara bisa menikmati keuntungannya,” kata Nick Melvoin salah satu anggota dewan pendidikan LA.

    Pengelola distrik sekolah LA kini harus menyusun cara penerapan kebijakan larangan HP bagi siswa tersebut, misalnya soal cara penyimpanan HP saat siswa di sekolah. Selain itu, pihak distrik juga harus mengkaji pengecualian bagi siswa di usia tertentu atau murid dengan keterbatasan fisik.

    Pejabat setempat juga mengkaji penggunaan teknologi untuk memblokir penggunaan platform media sosial. Kebijakan bagi perangkat pintar selain HP, misalnya, jam pintar, juga masih dipertimbangkan.

    Sebelumnya, negara bagian Florida juga menerapkan kebijakan larangan penggunaan media sosial untuk anak dan remaja. Alasannya, adalah media sosial terbukti berdampak negatif atas kesehatan mental anak dalam masa pertumbuhan.

    Surgeon General Amerika Serikat, yang mengepalai komunitas dokter di negara tersebut, Vivek Murthy juga telah mengusulkan penggunaan label “bahaya kesehatan” di aplikasi media sosial serupa dengan label di bungkus rokok.

    Murthy menyatakan bahaya kesehatan mental akibat media sosial harus segera direspons oleh pemerintah. Ia mencontohkan penelitian jurnal medis JAMA yang menyatakan bahwa anak yang menghabiskan lebih dari 3 jam setiap hari di media sosial berisiko tinggi menderita penyakit kejiwaan.

    Survei Gallup padahal menyatakan bahwa rata-rata anak menghabiskan 4,8 jam setiap hari di media sosial.

    Distrik sekolah LA menyatakan larangan mereka berdasarkan data yang menunjukkan bahwa kecanduan HP terkait erat dengan makin banyaknya perundungan online dan perasaan cemas pada anak.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.