Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Takut AI Kuasai Senjata Nuklir, Sekjen PBB Memohon ke AS dan Rusia
    Insight News

    Takut AI Kuasai Senjata Nuklir, Sekjen PBB Memohon ke AS dan Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juni 2024Updated:12 Juni 2024Tidak ada komentar1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Sekjen PBB António Guterres mengingatkan bahwa risiko perang nuklir pecah makin tinggi. Salah satu pemicunya adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). 

    Dalam pidato pembukaan pertemuan tahunan Asosiasi Pengendalian Senjata (ACA), Guterres menyampaikan kecemasannya soal bahaya AI.

    Menurutnya, nasib manusia saat ini seperti ini seperti hidup di ujung moncong senjata nuklir. Risiko penggunaan senjata nuklir saat ini sudah setara dengan risiko di era perang dingin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penggunaan teknologi AI dalam persenjataan, lanjutnya, membuat ancaman meningkat berlipat ganda. 

    “Kemanusiaan ada di ujung pisau,” kata Gutteres. “Negara-negara kini dalam perlombaan senjata kualitatif. Teknologi seperti AI membuat bahaya berlipat-lipat.

    Di sisi lain, kerja sama untuk mencegah penggunaan, pengujian, dan penyebaran senjata nuklir makin lemah.

    “Semua negara harus mengambil langkah, tetapi negara pemilik senjata nuklir harus menjadi pemimpin,” katanya. “Saya mendorong Amerika Serikat dan Rusia untuk kembali berunding, untuk mengimplentasikan kesepakatan New START dan menyusun perjanjian penerusnya.”

    Menurut The Guardian, pernyataan Gutteres menunjukkan perubahan sikap PBB soal bahaya AI. Gutteres seakan ingin menyerukan agar AI tidak digunakan dalam sistem persenjataan nuklir. 

    Ide soal penggunaan AI untuk mengendalikan senjata nuklir sempat muncul di Amerika Serikat. Namun, beberapa anggota kongres AS bereaksi cepat dan mengusulkan perumusan UU yang melarang sistem peluncuran nuklir otomatis tanpa keterlibatan manusia.




    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.