Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Krisis Baru Muncul di AS, Satu Negara Bisa Gelap Gulita
    Insight News

    Krisis Baru Muncul di AS, Satu Negara Bisa Gelap Gulita

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2024Updated:30 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) berpotensi menghadapi krisis listrik di masa depan. Penyebabnya adalah penggunaan listrik pada pusat data yang meningkat dua kali lipat dari yang digunakan sekarang.

    Institut Penelitian Tenaga Listrik mengatakan pusat data kemungkinan akan mengonsumsi hingga 9% total listrik di Amerika Serikat (AS). Peningkatan terjadi akibat para perusahaan tersebut memperluas pusat komputasinya, dikutip dari Reuters, Kamis (30/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Analis dari lembaga itu juga memperkirakan peningkatan pertumbuhan hingga 2030. Dalam enam tahun setidaknya akan meningkat 3,7% hingga 15%.

    Angka itu akan bergantung pada laju adopsi teknologi yang digunakan. Termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif yang tengah populer saat ini.

    Risiko krisis listrik akan dirasakan setidaknya pada 15 negara bagian, termasuk Virginia dan Texas. Pada tahun lalu, 80% beban pusat data berada di seluruh wilayah tersebut.

    Bisnis pusat data cukup menjanjikan akhir-akhir ini setelah perkembangan AI yang cukup pesat. Khususnya setelah peluncuran ChatGPT milik OpenAI tahun 2022.

    Namun ini juga menjadi awal masalah kebutuhan listrik. Institut Penelitian Tenaga Listrik mencatat setidaknya penelusuran awal ChatGPT memerlukan 10 kali daya listrik dibandingkan Google Search. Kebutuhan kian meningkat dengan AI generatif yang digunakan untuk membuat konten seperti film dan musik.

    Penggunaan listrik di pusat data menyedot jauh lebih besar dari yang dimiliki AS. Sejumlah laporan pendapatan perusahaan energi tahun ini menyebutkan pusat data baru yang besar akan mengonsumsi listrik sama seperti 750 ribu rumah.

    Menurut lembaga itu penerapan alat AI akan mengubah kebutuhan akan listrik. “Dengan 5,3 miliar pengguna internet global, penerapan alat-alat secara luas bisa mengubah kebutuhan listrik,” ungkap mereka.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.