Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Tiba Makin Cepat Terlihat di Belahan Batang Pohon
    Insight News

    Tanda Kiamat Tiba Makin Cepat Terlihat di Belahan Batang Pohon

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Mei 2024Updated:26 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan tanda pemanasan global yang kian mengkhawatirkan selama 2000 tahun terakhir. Ulf Buntgen dari University of Cambridge dan timnya menemukan tanda bencana yang terlihat dari batang pohon.

    Analisa mereka berasal dari lingkar pohon. Menurut penelitian itu, tahun 2023 merupakan periode terpanas yang pernah ada.

    “Melihat sejarah dengan sangat panjang, Anda bisa lihat betapa luar biasanya pemanasan global di periode sekarang. 2023 adalah tahun yang sangat panas, tren ini akan terus berlanjut jika gas rumah kaca tidak dikurangi secara besar-besaran,” kata Buntgen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Garis lingkar pohon merujuk pada garis seperti cincin yang terlihat dari potongan batang pohon. IFL Science menjelaskan besarannya menggambarkan lingkungan di sekitar pohon selama periode tertentu.

    Di daerah dengan sumber air yang berlimpah, perbedaan suhu antar tahun terlihat lebih jelas. Dengan data dalam jumlah besar, Buntgen berhasil membuat rekaman cuaca tiap tahunnya.

    Jika cuaca terpanas tercatat pada 2023, analisis itu mencatat cuaca paling dingin dalam 2.000 tahun terakhir adalah tahun 537. Suhu musim panas saat itu tercatat lebih rendah dari 3,93 derajat Celcius dibandingkan tahun lalu.

    Berdasarkan penelitian tercatat kenaikan temperatur saat awal revolusi industri juga lebih rendah dari era sekarang. Data yang didapatkan Buntgen menyebutkan musim panas 2023 lebih panas 2,07 derajat celcius dari periode 1850-1900.

    Data tersebut menunjukkan kenaikan suhu jauh lebih parah berdasarkan apa yang disepakati dalam Perjanjian Paris. Perjanjian itu mengungkapkan 2023 lebih panas 1,52 derajat Celcius dari 1850-1900, sedangkan Buntgen dan timnya menemukan kenaikan 2,2 derajat Celcius.

    “Betul iklim selalu berubah, tetapi pemanasan pada 2023, yang disebabkan oleh gas rumah kaca dan diperparah oleh El Nino, menyebabkan gelombang panas dan periode kekeringan yang lebih panjang. Ini menunjukkan sangat penting untuk segera mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Jan Esper dari Johannes Gutenberg University Mainz.




    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.