Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Geger Pejabat India Bombardir Warga Pakai Deepfake
    Insight News

    Geger Pejabat India Bombardir Warga Pakai Deepfake

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Mei 2024Updated:22 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Para pejabat dan politisi India ramai membombardir warga dengan konten deepfake berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI). Penggunaan deepfake bukan untuk menyebarkan misinformasi dan disinformasi terkait lawan politik, melainkan untuk menjangkau para pemilih saat berkampanye.

    Laporan Wired menuliskan partai politik di India mulai menggunakan deepfake AI untuk berinteraksi dengan masyarakat. Mereka mengandalkan teknologi tersebut untuk menavigasi 22 bahasa resmi negara dan ribuan dialek regional untuk kampanye. Konten deepfake mereka akan dipersonalisasi pada tiap komunitas yang dituju.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bahkan, deepfake di India menjadi bisnis yang menjanjikan. Wired mencatat peluangnya mencapai US$60 juta (Rp 960,3 miliar), dikutip dari Wired, Rabu (22/5/2024).

    Penggunaannya juga cukup masif, setidaknya lebih dari 50 juta kloning suara tersebar selama dua bulan jelang pemilu bulan April. Jutaan lainnya dilakukan selama hari pemungutan suara.

    Salah satu yang melakukannya adalah politisi lokal Shakti Sing Rathore. Dia menggunakan jasa salah satu penyedia teknologi bernama Divyendra Singh Jadoun untuk meyakinkan 300 ribu pemilih di sekitar Ajmer.

    Jadoun merupakan pemilik Polymath Synthetic Media Solutions. Ini adalah salah satu penyedia deepfake yang muncul untuk para politisi.

    Cara kerjanya, penyedia jasa deepfake akan merekam gerak-gerik, cara bicara, dan suara politisi yang ingin berkampanye. Dari rekaman tersebut, lantas identitas sang politisi akan dikloning dan dipersonalisasi untuk setiap orang yang ingin merasa lebih ‘dekat’ berinteraksi dengan politisi.

    Jadoun telah bekerja untuk lima kampanye AI sejauh ini dengan total bayaran yang didapatkannya mencapai US$55 ribu (Rp 880,2 juta). Sementara konsultan politik lain mematok avatar digital senilai US$1.500 (Rp 24 juta) dan US$720 (Rp 11,5 juta) untuk melakukan klon suara.

    Perusahaan lain yang juga mengerjakan AI untuk para politisi adalah iToConnect. Perusahaan itu mengerjakan 25 juta panggilan dipersonalisasi berbasis AI selama dua minggu jelang pemilu di Telangana dan Andhra Pradesh.

    Ternyata konsep itu juga disukai banyak orang. Karena masyarakat di pedesaan merasa lebih penting mendapatkan panggilan telepon dari orang berjabatan tinggi.

    “Pemilih biasanya ingin calon mendekati mereka, ingin kandidat berbicara dengan mereka. Saat kandidat tidak bisa melakukannya, panggilan AI adalah cara terbaik untuk menjangkau mereka,” ujar eksekutif teknologi di iToConnect, Abhishek Pasupulety.




    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.