Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Paksa China Jual TikTok, Cek Harga dan Calon Pembelinya
    Insight News

    Joe Biden Paksa China Jual TikTok, Cek Harga dan Calon Pembelinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Mei 2024Updated:22 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Satu-satunya cara agar TikTok tak diblokir di Amerika Serikat (AS) adalah ‘kerelaan’ induk ByteDance asal China untuk melepas layanan tersebut. Dengan begitu, perusahaan AS bisa membeli TikTok.

    Namun, 9to5Mac melaporkan pengusaha yang berminat membeli TikTok bisa jadi tak mendapatkan apa-apa. Sebab, kunci keberhasilan TikTok yang disebut-sebut bikin orang ‘ketagihan’ adalah algoritmanya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di sisi lain, pemerintah China melarang perusahaan menjual algoritma ke perusahaan asing termasuk AS. Regulasi soal pelarangan tersebut diperkenalkan Beijing setelah TikTok pertama kali ditargetkan pemerintah AS era Donald Trump pada 2020 lalu.

    Pemerintahan Xi Jinping melarang keras ekspor beberapa teknologi, termasuk apa yang disebut ‘data algoritma interaktif personal’.

    Tanpa algoritma, TikTok hanyalah aplikasi biasa yang tidak memiliki keunggulan berarti dibanding saingannya seperti YouTube dan Instagram.

    Algoritma TikTok berpusat pada selera pengguna. Algoritma tersebut menganalisa secara canggih konten yang sesuai ketertarikan penggunanya.

    Pengguna bisa mengikuti kreator tertentu atau mencari konten tertentu secara manual, tetapi apa yang disajikan di feed utama merupakan konten berbasis algoritma TikTok.

    Sejauh ini, ada beberapa pengusaha AS yang dilaporkan berminat membeli TikTok dari ByteDance. Salah satunya miliarder properti Frank McCourt.

    Laporan Wired menyebut investor potensial untuk membeli TikTok diprediksi harus merogoh kocek US$ 100 miliar atau setara Rp 1.596 triliun, dikutip Selasa (21/5/2024).

    McCourt mengatakan telah mengumpulkan sekelompok investor untuk mengakuisisi TikTok. Ia juga menggandeng penasihat keuangan dari Guggenheim Securities dan firma hukum Kirkland & Ellis untuk membantunya.

    “Tentu saya paham TikTok tak berharga tanpa algoritma. Namun, saya ingin membuat desain berbeda yang memungkinkan orang-orang move on dari mindset dan paradigma saat ini,” kata McCourt.

    Pembeli potensial lainnya adalah mantan Menteri Keuangan AS Steven Munchin. Ia mengatakan telah mengumpulkan sekelompok investor untuk turut menawarkan pembelian TikTok.

    Munchin juga mengatakan paham bahwa pemerintah China tak akan mengizinkan ByteDance menjual algoritma TikTok. Namun, ia berencana membangun ulang teknologi penyokong TikTok jika berhasil membeli aplikasi tersebut.




    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.