Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Chip Otak Elon Musk Gagal Total, Pengakuan Pasien Bikin Miris
    Insight News

    Chip Otak Elon Musk Gagal Total, Pengakuan Pasien Bikin Miris

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Mei 2024Updated:21 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Noland Arbaugh, menjadi orang pertama yang menerima implan otak “Link” dari Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk. Ia menerima implan pada Januari tahun ini, setelah mengalami kecelakaan saat renang pada 2016 lalu yang membuatnya lumpuh.

    Dengan implan tersebut, Arbaugh mampu memiliki kendali penuh atas komputernya hanya dengan berpikir. Dia mengatakan kemampuan pengendalian pikiran yang baru ditemukannya telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Implan Link berukuran sebesar koin dan memiliki 1.024 elektroda pada 64 kabel, atau “benang”, yang terhubung ke berbagai bagian otak yang mengontrol fungsi motorik.

    Benang ini tebalnya sekitar 4 mikrometer dan panjang sekitar 20 mm, lebih kecil dari rambut manusia. Karena kerumitannya, ketelitian sudah pasti diperlukan saat memasang implan.

    Neuralink mengembangkan robot berpemilik khusus yang disebut R1 untuk melakukan prosedur mikro. Ujung jarum yang digunakan oleh R1 untuk menanamkan benang ini berukuran sedikit lebih besar dari sel darah merah sehingga meminimalkan kerusakan pada jaringan otak selama pemasangan perangkat keras mirip Deus Ex.

    Prosedur Arbaugh berjalan tanpa hambatan. Arbaugh keluar dari rumah sakit keesokan harinya dan tidak mengalami efek samping sakit. Dalam sebulan, dia belajar mengendalikan kursor mouse di komputernya melalui Bluetooth menggunakan pikirannya.

    Implan itu sendiri tertanam tepat di bawah kulit kepalanya, sehingga relatif tidak terlihat. Implan menggunakan pengisian induksi dan baterainya dikatakan bertahan sekitar delapan jam sebelum perlu diisi ulang.

    Arbaugh memainkan permainan seperti Catur, Mario Kart, dan Civilization VI, yang terakhir dia mainkan semalaman sampai baterainya habis.

    Benang implan mulai rusak

    Namun baru-baru ini, beberapa benang pada implan mulai rusak karena tercabut dari jaringan otaknya. Masalah tersebut mengakibatkan pengurangan bit per detik (BPS), yang berarti seberapa cepat Arbaugh mampu mengendalikan komputernya dengan pikirannya.

    Neuralink belum mengungkapkan secara pasti berapa banyak benang yang telah ditarik, namun mereka mampu mengurangi masalah kehilangan data karena lebih sedikit benang yang tersedia dan bahkan meningkatkan implan Link melebihi spesifikasi aslinya dengan mengerjakan ulang algoritma.

    “Dalam beberapa minggu setelah operasi, sejumlah benang ditarik dari otak, mengakibatkan penurunan jumlah elektroda efektif,” kata Neuralink dalam sebuah postingan blog, dikutip dari Newatlas, Senin (20/5/2024).

    “Hal ini menyebabkan pengurangan BPS. Menanggapi perubahan ini, kami memodifikasi algoritma perekaman agar lebih sensitif terhadap sinyal populasi saraf, meningkatkan teknik untuk menerjemahkan sinyal-sinyal ini ke dalam gerakan kursor, dan meningkatkan antarmuka pengguna. Penyempurnaan ini menghasilkan perbaikan yang cepat dan berkelanjutan di BPS, yang kini telah melampaui kinerja awal Noland,” sambung keterangan tersebut.

    Mereka percaya kemungkinan benang tertarik kembali karena suatu kondisi yang disebut pneumocephalus, di mana udara terperangkap di dalam tengkorak setelah operasi, menyebabkan beberapa benang terputus. Neuralink mempertimbangkan untuk melepas implan seluruhnya sebelum melakukan perubahan pada sensitivitas elektroda dan mencapai BPS yang lebih besar.

    Mengetahui bahwa implannya mungkin akan dilepas, Arbaugh dengan sangat emosional mengatakan “sangat, sangat sulit untuk melepaskan semua hal menakjubkan yang mampu saya lakukan. Saya rasa saya menangis setelahnya.”

    “[The Link] telah membantu saya terhubung kembali dengan dunia, teman-teman, dan keluarga saya. Ini memberi saya kemampuan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri lagi tanpa memerlukan keluarga saya sepanjang waktu, siang dan malam,” ujarnya.

    Ia baik-baik saja dan sangat bersyukur setelah pembaruan algoritme mengembalikan kekuatan supernya. Tidak ada masalah keamanan bagi kesehatan dan kehidupannya meskipun beberapa benang masih ‘rusak’.

    Kini Musk sedang mencari pasien manusia kedua untuk uji klinis. Mereka mencari calon pasien uang menderita quadriplegia atau ALS. Calon pasien dapat mendaftar di website Neuralink.




    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.