Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Ngeri Manusia Pertama yang Ditanam Chip Otak Elon Musk
    Insight News

    Nasib Ngeri Manusia Pertama yang Ditanam Chip Otak Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2024Updated:20 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Neuralink buka-bukaan masalah pada proyek implan chip otak ke manusia. Startup milik Elon Musk tersebut mengaku ada kabel kecil yang salah posisi di dalam otak pasien pertamanya.

    Kabel kecil itu tertarik keluar dari posisi seharusnya. Menurut lima orang yang familiar dengan hal tersebut, isu soal risiko kabel kecil itu sudah diketahui perusahaan sejak beberapa tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Neuralink mengetahui adanya isu tersebut dari hasil uji coba ke hewan. Dampaknya, kabel kecil itu bisa menghilangkan elektroda yang berfungsi menyalurkan kode sinyal otak untuk diterjemahkan sebagai perintah ke perangkat digital.

    Namun, Neuralink sebelumnya mengatakan risikonya rendah. Alhasil, perusahaan tak merancang ulang kerangka chip otaknya.

    Diketahui, Neuralink menguji coba implan chip otak ke manusia yang lumpuh. Dengan begitu, pasien bisa menggunakan perangkat digital untuk beraktivitas hanya dengan membuat perintah dari otak.

    Pekan lalu, Neuralink mengatakan kabel kecil tersebut sangat tipis, bahkan lebih tipis ketimbang rambut manusia, dikutip dari Reuters, Kamis (16/5/2024).

    Dengan keluarnya kabel tipis tersebut dari posisi semestinya, chip tak tak mampu berfungsi secara optimal. Sebab, sinyal otak untuk melakukan aktivitas seperti memindahkan mouse pada layar komputer akan tersendat.

    Neuralink mengklaim perusahaan telah memperbaiki isu pada implan chip pasiennya. Salah satunya dengan memodifikasi algoritma sehingga lebih sensitif terhadap perintah.

    Eksekutif Neuralink tak merespons email dan telepon untuk komentar lebih lanjut.

    Menurut sumber dalam yang merahasiakan identitasnya, Lembaga Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) sebenarnya mengetahui masalah ini. Sebab, masalah ini tercantum pada laporan pengujian hewan yang dilampirkan ketika Neuralink mengajukan izin uji coba ke manusia.

    FDA juga menolak berkomentar soal masalah ini. Lembaga tersebut hanya mengatakan akan terus mengawasi keamanan pasien percobaan Neuralink.

    Sumber dalam menyebut modifikasi algoritma yang dilakukan Neuralink tak bisa dijadikan solusi. Sebab, ada kemungkinan makin banyak kabel kecil yang bocor.

    Namun, merancang ulang kerangka chip akan memiliki risiko tinggi. Sebab, Neuralink harus mengeluarkan chip yang sudah ditanam ke otak manusia. Hal ini berpotensi merusak jaringan otak sang pasien.

    Menurut mantan karyawan dan karyawan yang masih bekerja, Neuralink sedang mencari cara untuk merancang ulang kerangka chip dengan metode yang berisiko rendah.

    Sebagai informasi, Neuralink menanan chip otak ke pasien pertama bernama Noland Arbaugh pada Januari lalu. Ia adalah pasien yang lumpuh dari bagian bahu ke bawah gara-gara kecelakaan yang dialami pada 2016 silam.

    Sejauh ini, menurut Neuralink, Arbaugh mampu melakukan beberapa aktivitas seperti bermain game, browsing internet, dan menjajal komputernya.



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.