Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Erick Thohir Rombak Telkom & Telkomsel, Ini Bentuk Barunya
    Insight News

    Erick Thohir Rombak Telkom & Telkomsel, Ini Bentuk Barunya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 November 2021Updated:27 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan bentuk baru Telkom dan Telkomsel setelah dilakukan perombakan. Perombakan tersebut dilakukan karena ia menilai industri telekomunikasi, seperti telepon dan SMS sudah tak bisa lagi menopang bisnis masa depan perusahaan.

    “Karena itu ketika saya kritik, Pak Dirut Telkom (Rieriek Adriansyah) dan jajaran sepakat pada saya merubah bisnis model, yang namanya Telkom akan ke B2B (business-to-business), akan fokus ke tower, fokus ke infrastruktur data fiber optic, data center, cloud, dan 5G,” jelas Erick dalam Orasi Ilmiah ‘Globalization and Digitalization: Strategi BUMN Pasca Pandemi’, Sabtu (27/11/2021).

    Sementara itu, perusahaan Telkomsel akan difokuskan untuk layanan business-to-consumer (B2C). Dalam menyiapkan Telkomsel sebagai layanan B2C, Erick menimbang adanya disrupsi teknologi yakni maraknya hiburan dalam teknologi digital, seperti tontonan, gim, dan sebagainya yang diimpor dari luar negeri.

    “Telkomsel dan Telkom menyediakan itu sekarang. Telkomsel kita posisikan sebagai agregator untuk konten lokal, gim lokal, kreator lokal, fintech, healthtech, edutech,” ujar dia.

    “Bahkan pada pertengahan Desember, Bapak Presiden akan meluncurkan Merah Putih Fund, yang didukung oleh Telkom dan Telkomsel untuk mendanai startup Indonesia,” lanjut dia.

    Erick menjelaskan, perusahaan startup yang akan diberi pendanaan oleh Merah Putih Fund adalah startup yang diluncurkan di Indonesia, dengan founder orang Indonesia dan operasional perusahaan di Indonesia. Setelah itu, startup diperbolehkan untuk go public ke luar negeri.

    “Karena kalau tidak sekarang, banyak perusahaan startup kita pindah ke Singapura, di-funding. Di situlah kita mengintervensi sebagai BUMN supaya kembali mengingatkan future-future creator Indonesia untuk lebih nasionalis. Karena kita besar karena market kita,” tegas Erick.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.