Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Shopee Panen Cuan Gede, Bos Besar Ungkap Rahasianya
    Insight News

    Shopee Panen Cuan Gede, Bos Besar Ungkap Rahasianya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Mei 2024Updated:15 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Shopee membukukan kinerja keuangan yang membuat investor senang. Pendapatan perusahaan ecommerce yang bermarkas di Singapura tersebut terdongkrak olah konsumsi selama Ramadan.

    Sea Ltd., induk usaha Shopee dan Garena, melaporkan kenaikan pendapatan 23 persen menjadi US$ 3,73 miliar (Rp 60 triliun) pada akhir Q1 2024. Pendapatan ini berhasil melampaui proyeksi analis yaitu US$ 3,56 miliar.

    Reuters menyatakan pesatnya pertumbuhan pendapatan Sea ditunjang oleh kinerja bisnis Shopee dan Garena.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Shopee diuntungkan oleh periode Ramadan yang bergeser dari kuartal 2 pada 2023 ke kuartal I pada 2024. Penjualan Shopee selama Q1 2024 naik 33 persen menjadi US$ 2,7 miliar.

    Di sisi lain, game online Free Fire milik Garena makin populer. Pendapatan dari bisnis hiburan digital Sea tercatat mencapai US$ 512,1 juta.

    “Hasil kuartal pertama memberikan kami awal yang kuat untuk 2024 dan kami masih dalam jalur untuk mencapai target setahun,” kata CEO Sea Forrest Li.

    Sea melantai di bursa saham AS pada periode awal pandemi dan harga sahamnya terus meroket selama 2020 dan 2021. Namun, lonjakan permintaan belanja online berbalik arah setelah pandemi berangsur hilang.

    Sea kemudian dipaksa untuk melakukan efisiensi termasuk lewat PHK ribuan pegawai. Shopee juga harus menutup operasi mereka di India, wilayah Eropa, dan beberapa pasar di Amerika Serikat. 

    Efisiensi Sea Ltd berhasil membuat perusahaan tersebut mencapai laba pertamanya pada 2023.

    Meskipun membukukan pertumbuhan pendapatan di bisnis game dan ecommerce, Sea tak mampu mencetak laba pada awal 2024. Sea membukukan kerugian US$ 23 juta pada Q1 2024 dibandingkan dengan laba US$ 87,3 juta pada Q1 2023. Penyebabnya adalah pos biaya menggelembung nyaris 50 persen.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.