Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Satu Ini Semakin Diminati, WhatsApp Terancam Ditinggalkan!
    Insight News

    Aplikasi Satu Ini Semakin Diminati, WhatsApp Terancam Ditinggalkan!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Mei 2024Updated:12 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Telegram kian diminati banyak pengguna di dunia. Bahkan aplikasi itu mengancam kepopuleran WhatsApp. Telegram memiliki 900 juta pengguna dan akan mengantongi 1 miliar pengguna aktif bulanan dalam waktu dekat. Pendiri Pavel Durov menyebut banyaknya pengguna ini seperti kebakaran hutan.

    “Pengguna aktif bulanan kami akan tembus 1 miliar pada tahun ini. Telegram telah menyebar luas seperti kebakaran hutan,” kata Durov, dikutip dari Reuters.

    Dengan capaian tersebut, Telegram masuk dalam jajaran platform terpopuler. Aplikasi pertukaran pesan itu bisa bersanding dengan Facebook, Youtube, WhatsApp, Instagram, Titok, hingga Wechat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jumlah pengguna Telegram memang masih tertinggal dari WhatsApp. Sebab pengguna aktif bulanannya per 2023, mencapai 2 miliar pengguna.

    Sementara itu, Durov juga menyinggung sejumlah negara menekannya untuk membatasi pertukaran informasi tertentu. Namun dia menegaskan platformnya bakal tetap netral dan tidak terlibat pada konflik geopolitik.

    Telegram jadi salah satu sumber informasi yang tidak menyaring konten saat perang Rusia dan Ukraina pecah tahun 2022 lalu. Meski dinilai transparan, namun juga banyak konten disinfomasi yang beredar.

    Sistem enkripsi Telegram, dia menjelaskan membuat pesan yang dikirimkan tetap aman. Termasuk aman dari intervensi pemerintah. “Saya lebih baik bebas ketimbang tunduk pada perintah siapa pun,” ujarnya.

    Pemerintah juga berusaha menjebol enkripsi Telegram. Misalnya melalui lembaga FBI yang mencoba merekrut engineer Telegram untuk membobol backdoor.

    Durov juga berbicara soal perusahaan teknologi lain seperti Apple dan Alphabet. Para pesaingnya itu, dia sebut melakukan sensor pada konten pengguna. “Dua platform tersebut benar-benar bisa menyensor apa saja yang Anda baca, serta mengakses semua yang ada di smartphone Anda,” kata dia.




    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.