Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis Apple Anjlok, Pabrik iPhone Mendadak Klaim Ini
    Insight News

    Bisnis Apple Anjlok, Pabrik iPhone Mendadak Klaim Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Mei 2024Updated:7 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pabrik iPhone terbesar, Foxconn Taiwan, memperkirakan ada kenaikan pendapatan pada kuartal kedua (Q2) 2024. Bahkan pabrik perakitan tersebut melaporkan rekor penjualan untuk bulan April.

    Foxconn mengatakan Q2 tahun ini menjadi musim off-peak, sebab produk-produk utama memasuki periode transisi antara produk lama dan baru.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Prospek operasi untuk Q2 diperkirakan menunjukkan pertumbuhan kuartal-ke-kuartal dan tahun-ke-tahun,” kata pihak Foxconn, dikutip dari Reuters, Senin (6/5/2024)

    Pernyataan tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut dan perusahaan tidak memberikan angka pasti. .

    Perusahaan yang secara resmi bernama Hon Hai Precision Industry Co Ltd, itu mengatakan pendapatan pada April mencapai T$510,9 miliar (Rp 253 miliar), yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah untuk periode yang sama dan menunjukkan kenaikan 19% dibandingkan tahun lalu.

    “Pendapatan produk elektronik konsumen pintar, termasuk smartphone, pada April menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun,” kata mereka.

    “Permintaan server kecerdasan buatan (AI) yang kuat juga menghasilkan “pertumbuhan yang kuat” pada bulan April tahun berjalan untuk segmen produk cloud dan jaringannya,” tambah perusahaan tersebut.

    Data penjualan bulanan muncul menjelang laporan pendapatan Q1 Foxconn pada 14 Mei.

    Foxconn sebelumnya telah melaporkan bahwa pada kuartal pertama, pendapatan turun 9,6% dibandingkan tahun lalu menjadi T$1,322 triliun, kinerjanya lebih rendah dari LSEG SmartEstimate sebesar T$1,401 triliun. Sehingga memberi bobot lebih besar pada perkiraan dari para analis yang lebih akurat secara konsisten.

    Kuartal pertama biasanya memang lebih sepi dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu ketika musim liburan dimana perusahaan teknologi Taiwan berlomba memasok smartphone, tablet, dan perangkat elektronik lainnya ke vendor besar seperti Apple untuk periode liburan akhir tahun di pasar Barat.



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.