Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perintah Google dan Apple Tendang Binance, Tetangga RI Terancam
    Insight News

    Perintah Google dan Apple Tendang Binance, Tetangga RI Terancam

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 April 2024Updated:24 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi surat berharga dan bursa Filipina memerintahkan Google dan Apple untuk menendang aplikasi bursa kripto Binance dari toko aplikasi mereka.

    Dalam siaran pers yang dikutip oleh CNBC International, SEC Filipina menyatakan telah mengirim surat kepada Google dan Apple. Mereka meminta agar semua aplikasi yang dikendalikan oleh Binance dikeluarkan dari Google Play Store dan Apple App Store.

    Ketua SEC Filipina Emilio Aquino menyatakan bahwa iklim investasi di Filipina terancam karena warga Filipina masih memiliki akses ke website dan aplikasi Binance.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Binance dituduh menawarkan surat berharga yang tidak terdaftar kepada warga Filipina serta beroperasi sebagai broker tanpa izin.

    Aquino menjelaskan bahwa pemblokiran Binance dari toko aplikasi di Google dan Apple akan membantu untuk “mencegah aktivitas ilegal di negara ini menyebar makin banyak dan untuk melindungi investasi publik dari dampak buruk ke ekonomi.”

    Komisi Telekomunikasi Nasional Filipina sebelumnya telah memblokir akses ke website-website milik Binance.

    SEC sebelumnya telah melempar peringatan ke warga Filipina agar tidak menggunakan Binance. Menurut SEC, Binance secara aktif mempromosikan layanannya di media sosial untuk menarik investasi warga Filipina meskipun tidak memiliki izin.

    Warga Filipina yang telah menempatkan uangnya di Binance diimbau untuk segera menutup akun mereka atau mentransfer aset kripto mereka ke dompet kripto yang disediakan oleh bursa terdaftar di Filipina.

    Binance memang sedang dihantam oleh regulator pasar keuangan di seluruh dunia.

    Pendiri Binance Changpeng Zhao telah mengaku bersalah atas tuduhan pelanggaran aturan di AS sehingga terpaksa mundur. Otoritas hukum di AS juga telah mendenda Binance US$ 4,3 miliar. CEO Binance kini adalah Richard Teng.

    SEC Amerika Serikat juga menyeret Binance ke pengadilan dengan tuduhan pelanggaran aturan tata kelola aset pelanggan dan mengoperasikan bursa tak terdaftar.




    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.