Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Satria-1 Usai Starlink Masuk Indonesia, Ini Kata Menkominfo
    Insight News

    Nasib Satria-1 Usai Starlink Masuk Indonesia, Ini Kata Menkominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 April 2024Updated:24 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Starlink dipastikan akan hadir di Indonesia pada tahun ini. Layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk itu akan bekerja sama dengan pemain lokal untuk beroperasi di Tanah Air.

    Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan pihaknya sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Starlink Services Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ke depan, kolaborasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses dan kualitas internet di Indonesia.

    Diketahui, saat ini Indonesia telah memiliki Satelit Republik Indonesia (Satria-1) yang ditargetkan untuk layanan publik.

    Lantas, dengan adanya layanan internet berbasis satelit Starlink, bagaimana nasib Satria-1? Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie menegaskan Starlink tidak akan mematikan Satria-1.

    Sebab, satelit yang ditawarkan berbeda jenis dan jangkauan. Satria-1 menggunakan satelit Geostationary Earth Orbit (GEO) yang berada pada ketinggian 36.000 km dari permukaan Bumi.

    Satelit ini sudah beroperasi di Indonesia dengan kapasitas 150 Gbps untuk melayani 37 ribu titik. Peruntukannya fokus pada layanan pemerintah, pendidikan, kesehatan, serta keamanan di area perbatasan.

    Sementara itu, Starlink merupakan Low Earth Orbit (LEO) yang lebih rendah, yakni 500-1.200 km dari permukaan Bumi. Layanan internet akan dijual secara komersil untuk konsumen akhir.

    “Oh nggak [saling makan]. Satria-1 kan GEO. Kalau Starlink kan LEO. Beda dong. Ya nggak [kanibal],” kata Budi Arie.

    Budi Arie mengatakan peruntukan dan kebutuhannya berbeda. Hal ini mengindikasikan Starlink tidak akan menyasar layanan pemerintahan.

    “Nggak berkompetisi secara langsung,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan Starlink telah mengantongi dua izin operasional di Indonesia. Masing-masing sebagai penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP).

    Budi Arie memastikan Starlink Indonesia akan memenuhi semua regulasi yang ada di Tanah Air, demi menjaga iklim kompetisi yang sehat dan adil. Salah satunya dengan memenuhi tahapan Uji Laik Operasi (ULO).



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.