Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkominfo Buka Suara Soal Isu Blokir Free Fire di Indonesia
    Insight News

    Menkominfo Buka Suara Soal Isu Blokir Free Fire di Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 April 2024Updated:23 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Game kekerasan yang beredar di masyarakat siap diblokir Kementerian Kominfo. Menteri Kominfo Budi Arie mengatakan pemblokiran berdasarkan rekomendasi dari lembaga terkait.

    “Kalau rekomendasi mereka (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia) emang gitu ya kita blokir,” kata Budi Arie, ditemui di Jakarta, Selasa (23/4/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, dia menekankan kebijakan mengakses game juga berada di tangan masyarakat. Ia mengimbau masyarakat hanya memainkan game sesuai dengan rating dan klasifikasi umur yang ditentukan.

    Budi Arie menyamakan hal ini seperti menonton film. Tidak mungkin semua film dilarang, namun ada kebijakan dari penonton termasuk orang tua untuk memberikan tontonan sesuai usia anak-anaknya.

    “Analoginya, masa kita larang semua film enggak gitu kan. Jadi kita menganjurkan kebijakan orangtua atau pemirsa terhadap konten-konten yang bukan buat anak-anak,” ungkapnya.

    Sebelumnya Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar mengatakan game kekerasan bisa saja diblokir. Ini sesuai dengan Permenkominfo Nomo 2 tahun 2024 soal Klasifikasi Game.

    Pemblokiran dilakukan karena tidak sesuai klasifikasi di dalam aturan. Khususnya pada game yang mengandung kekerasan.

    “Bisa saja ada pemblokiran jika tidak sesuai dengan klasifikasi Permenkominfo tersebut. Terutama untuk konten-konten yang mengandung kekerasan, perilaku seksual yang menyimpang, bahkan judi online,” ujar Nahar dikutip dari Detik.com.

    KPAI juga meminta Kominfo bisa memblokir game yang mengandung kekerasan dan seksualitas. Komisioner KPAI, Kawiyan mengatakan ada banyak anak terdampak karena bermain game online.

    “Kominfo harus tegas, blokir atau batasi. Selain itu, peran keluarga dan sekolah juga harus ditingkatkan, orang tua harus ketat mengawasi anak-anak kita saat main game online,” ujarnya.




    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.