Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Keok Lawan China, Amerika Makin Waswas
    Insight News

    ChatGPT Keok Lawan China, Amerika Makin Waswas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 April 2024Updated:17 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – China makin kencang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satunya dalam bentuk chatbot seperti ChatGPT.

    Bahkan, CEO Baidu Robin Li mengatakan Ernie Bot yang mirip ChatGPT telah menghimpun 200 juta pengguna, dikutip dari CNBC International, Selasa (16/4/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai perbandingan, pengguna ChatGPT tercatat sekitar 180,5 juta pada Maret 2024, menurut laporan DemandSage.

    Baidu meluncurkan Ernie Bot lebih dari setahun yang lalu. Layanan itu lantas mendapat lampu hijau dari Beijing untuk penggunaan massal pada Agustus 2023.

    Chatobt tersebut berbasis model bahasa besar (LLM) Baidu yang dinamai Ernie. Perusahaan smartphone seperti Samsung dan Honor telah mengintegrasikan kapabilitas AI milik Ernie ke beberapa model ponsel mereka yang dijual di China.

    Pada Desember lalu, sekitar 26.000 bisnis secara aktif mengakses AI Ernie setiap bulannya, menurut pengakuan Baidu. Lebih lanjut, Ernie juga diklaim melayani 50 juta pertanyaan setiap harinya.

    “Di 2024, kami mengharapkan AI bisa berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan perusahaan. Bisnis inti kami juga akan tetap dikembangkan,” kata Li dalam pertemuan dengan investor, menurut transkrip FactSet.

    Baidu akan merilis performa bisnis di Q1 2024 pada 16 Mei 2024 mendatang.

    Pertempuran AI antara China dan AS telah memperuncing ketegangan geopolitik antara dua negara. AS telah memblokir akses China untuk membeli chip dan alat pembuat chip canggih untuk mengembangkan AI.

    Pemerintahan Joe Biden ingin membendung perkembangan AI di China lantaran ditakutkan bisa membahayakan keamanan nasional.



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.